Masjid Menara Layur Semarang : Masjid Nyentrik Bekas Mercusuar

Masjid Menara Layur Semarang : Masjid Nyentrik Bekas Mercusuar

0
Masjid Menara Layur Semarang

Masjid yang terletak di Kampung Melayu, Kota Semarang, berikut ini berbentuk tidak seperti masjid di Indonesia pada umumnya. Masjid kecil tersebut mempunyai sebuah menara yang menjulang tinggi. Ternyata, menara tersebut memang merupakan bekas mercusuar saat pelabuhan Semarang masih berada di Kleine Boom, sebuah tempat di sekitar Sleko hingga Jembatan Berok.

sewa mobil online

Menara tersebut terbengkalai karena pelabuhan Semarang dipindah.Mercusuar beserta kantor pelabuhan di dekatnya tidak lagi dioperasikan. Melihat fakta tersebut, warga Kampung Layur pun mengubah fungsi kantor pelabuhan tersebut menjadi masjid. Sementara menara tinggi tersebut dialihfungsikan menjadi menara masjid.

Baca :   Kebun Teh Medini : Lahan Perkebunan Apik di Pegunungan Ungaran

Kampung Melayu (Arabische Kamp) Semarang berada di dekat kawasan Kota Lama Semarang. Warga pendatang yang mayoritas berasal dari Hadramut, Yaman, banyak bermukim di lokasi tersebut.

Lalu pada tahun 1743, banyak orang Melayu yang menjadikan kawasan tempat mendarat kapal. Orang-orang Melayu ini membawa dagangan untuk dijual kepada masyarakat setempat. Di masa-masa inilah, masjid Layur tersebut berkembang pesat.

Liem, seorang penjelajah asal negeri Cina, mencatat bahwa orang Arab dan Melayu sangat berpengaruh di Kampung Melayu. Buktinya, penduduk keturunan Arab menentang keras penduduk keturunan Tiongkok untuk mendirikan kelenteng di daerah tersebut pada tahun 1930.

Baca :   Bukit Gombel : Penuh Kisah Misteri, Disukai Muda-mudi

Sebagai bekas kantor pelabuhan, bangunan masjid tua tersebut tidak bergaya Arab tetapi lebih bergaya lokal. Sebenarnya, Masjid Layur mempunyai dua tingkat. Akan tetapi, karena terjadi penurunan muka tanah, lantai dasar masjid kian turun. Akhirnya, disepakati bahwa lantai dasar tersebut diurug sehingga kondisi masjid sekarang hanya berlantai satu.

Meskipun sudah bertahun-tahun lamanya dijadikan tempat beribadah, kondisi bangunan Masjid Layur masih kokoh. Bentuknya pun masih seperti aslinya. Memang, ada perbaikan penggantian genteng dan pembangunan ruang pengelola di sisi kanan masjid. Lantai bangunan juga telah dinaikkan sehingga pengunjung harus naik tangga untuk bisa masuk ke masjid. Tangga ini hanya berada di sisi muka masjid. Namun, secara umum, bangunan yang dikelola yayasan masjid setempat ini masih sama seperti dulu.

Baca :   Stasiun Kereta Api Terbesar Tertua di Indonesia, Stasiun Semarang Tawang
sewa mobil online