Kota Lama Semarang : Warisan Arsitektur Jaman Belanda

Kota Lama Semarang : Warisan Arsitektur Jaman Belanda

0
Kota Lama Semarang

Sebagai kota yang dekat dengan pelabuhan, tentu tak mengherankan apabila Semarang adalah daerah yang pertama-tama mendapatkan pengaruh penuh dari para pendatang. Belanda yang sempat menguasai Nusantara pun mempengaruhi gaya bangunan di tempat tersebut.

sewa mobil online

Orang-orang Eropa terutama para penjelajah samudera berkebangsaan Belanda pernah menguasai Nusantara baik dari segi ekonomi maupun politik. Sisa-sisa peninggalan mereka masih terlihat sangat kentara di beberapa sudut Kota Semarang terutama di Kota Lama.

Kawasan Kota Lama, dulu disebut dengan nama Outstadt, adalah pusat ekonomi Semarang, bahkan merupakan pusat ekonomi daerah yang sekarang ini menjadi Provinsi Jawa Tengah. Kota Lama aktif menjadi pusat perdagangan pada abad ke-19 hingga abad ke-20. Luas kawasan tersebut sekitar 31 hektare. Sebanyak setidaknya 50 bangunan kuno masih berdiri kokoh di kawasan tersebut sampai sekarang.

Baca :   Umbul Sidomukti Tawarkan Beragam Atraksi Wisata Pemacu Adrenalin

Orang-orang yang berkuasa di masa lampau membangun sebuah benteng untuk keamanan warga. Benteng tersebut bernama Vijhoek. Kemudian, jalur perhubungan dikembangkan dengan cara membangun jalan-jalan di antara ketiga pintu gerbang kota. Jalan utama kawasan Oustadt bernama Heeren Straat (sekarang disebut Jalan Letjen Soeprapto). Salah satu lokasi pintu benteng yang dulu disebut De Zuider Por sekarang ini menjadi sebuah jembatan bernama Jembatan Berok.

Karena dikelilingi benteng pertahanan, Kota Lama tampak terpisah dengan wilayah di sekelilingnya. Padahal, saat ini, secara administratif kawasan tersebut masih berada dalam wilayah Kota Semarang. Kondisi membuat Kota Lama juga dijuluki Little Netherland.

Berikut ini beberapa bangunan/spot terkenal di Kota Lama:

  1. Persimpangan Kota Lama

Jalan Glatik, Jalan Jenderal Soeprapto, dan Jalan Garuda bertemu di persimpangan ini. Ada sejumlah bangunan tua yang ditinggalkan begitu saja, kosong tak berpenghuni. Karena tidak direnovasi sama sekali, kesan vintage masih melekat erat di bangunan-bangunan tersebut. Alhasil, wisatawan dan fotografer sering mengabadikan lokasi-lokasi ini. Para wisatawan juga dapat menemukan becak yang mangkal di daerah tersebut.

  1. Stasiun Tawang
Baca :   Kalipancur Punya Tebing Berkemiringan 90 Derajat

Stasiun Semarang Tawang dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 dan selesai dibangun pada 10 Februari 1870. Yang membangun stasiun ini adalah Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschsrij. Stasiun Tawang termasuk stasiun induk tertua di Indonesia.

  1. Polder Air Tawang

Kolam Polder Air Tawang berada tepat di depan Stasiun Semarang Tawang. Fungsi utama kolam ini adalah untuk mengendalikan banjir. Air limpahan dari luar kawasan Kota Lama akan mengalir ke sini sehingga tidak memasuki Kota Lama. Selain itu, kolam ini juga berfungsi untuk mengendalikan muka air di kawasan dalam Kota Lama. Warga dan wisatawan juga sering memanfaatkan kolam ini sebagai sarana rekreasi.

  1. Gereja Blenduk
Baca :   Museum Ronggowarsito Pajang 11 Jenis Koleksi Sejak 1989

GPIB Immanuel di Kota Lama mempunyai atap seperti kubah. Karena desainnya yang sedemikian, warga menyebut gereja tersebut dengan sebutan Gereja Blenduk. Dinding gereja berwarna merah kecoklatan sedangkan dindingnya berwarna putih. Gereja Kristen tertua di Provinsi Jawa Tengah ini masih dipakai sebagai tempat ibadah umat Kristiani di Semarang.

  1. Pabrik Rokok Praoe Lajar

Meskipun masyarakat semakin meninggalkan jenis rokok indie dan memiliki rokok yang diproduksi oleh korporasi industri rokok, pabrik rokok indie ini masih tetap berjaya. Rokok Praoe Lajar memiliki segmentasi untuk kalangan menengah ke bawah. Alamat lengkap pabrik ini adalah Jalan Merak No. 15 Tanjungmas.

sewa mobil online