Kepulauan Seribu, Surga Seribu Wisata Jakarta

Kepulauan Seribu, Surga Seribu Wisata Jakarta

0
Kepulauan Seribu (foto: Instagram @pesona_travel)

Fakta Cepat Mengenai Kepulauan Seribu:

sewa mobil online
  1. Terdapat 110 pulau besar dan pulau kecil di gugusan Kepuluan Seribu.
  2. Pulau-pulau tertentu di Kepulauan Seribu memiliki peninggalan Belanda dan/atau Portugis.
  3. Ada pulau khusus untuk wisata namun ada pula pulau yang tidak berpenghuni di Kepulauan Seribu.

Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu atau yang lebih dikenal dengan Kepulauan Seribu melingkupi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta. Kepuluan tersebut masuk ke dalam wilayah administratif Provinsi DKI Jakarta.

Sejak tahun 2003, Pulau Pramuka ditetapkan pemerintah sebagai pusat pemerintahan kabupaten. Secara administratif, wilayah kabupaten dibagi menjadi dua kecamatan dan enam kelurahan.

Populasi penduduk Kepulauan Seribu tercatat sekitar 20.000 jiwa. Mereka tersebar di sebelas pulau-pulau kecil yaitu Pulau Sebira, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Kelapa Dua, dan Pulau Pramuka. Beberapa pulau memang dikhususkan untuk wisata di antaranya Pulau Puteri, Pulau Matahari, Pulau Sepa, Pulau Onrust, Pulau Kotok Besar, dan Pulau Bidadari.

20 Pulau Tujuan Wisata di Kepulauan Seribu

Wilayah Kepulauan Seribu adalah zona konservasi bernama Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Penetapan wilayah sebagai zona konservasi menegaskan kesungguhan pemerintah untuk mengelola budidaya sumber daya alam kelautan dan sektor pariwisata.

Adapun kebersihan pulau-pulau dan keadaan pantai serta laut di Kepulauan Seribu bervariasi. Secara umum, semakin jauh letak pulau dengan Teluk Jakarta, semakin bersih pantai dan laut di sekitarnya. Berikut ini daftar 20 pulau tujuan wisata di Kepulaun Seribu beserta keterangan singkat masing-masing pulau:

  1. Pulau Kahyangan

Pulau Kahyangan terletak di Kelurahan Untung Jawa. Pulau bernama lain Pulau Kuipir atau Pulau Cipir ini merupakan salah satu tujuan wisata. Hal yang menarik di pulau ini adalah peninggalan Belanda berupa benteng. Pembangunan benteng tersebut dilakukan pada zaman VOC. Pulau ini bisa dijangkau dengan menggunakan perahu motor dari Pantai Marina di Ancol.

  1. Pulau Pabelokan

Pulau Pabelokan mempunyai luas sekitar 27 hektare dan terbuat dari gugusan karang. Pulau ini mempunyai fasilitas lengkap terutama fasilitas bisnis. Gedung-gedung perkantoran, dermaga, asrama, pemurnian air, pusat tenaga listrik, dan landasan helikopter bisa ditemukan di pulau ini.

Sebuah sumber minyak ditemukan di lepas pantai Pulau Pabelokan. Sekarang, ada sebuah anjungan untuk memasok minyak ke kapal tanker yang sudah dikomputerisasi. Pertamina pun membuat fasilitas pendukung dan menjadikan pulau ini semacam pangkalan minyak lepas pantai.

  1. Pulau Bidadari

Pulau Bidadari adalah sebuah pulau kecil di Kepulauan Seribu. Saking kecilnya, seseorang hanya perlu berjalan kaki selama satu setengah jam untuk mengelilingi keseluruhan pulaunya. Nama lain pulau ini adalah Pulau Sakit.

Martello Tower, sebuah reruntuhan benteng peninggalan Belanda, dulu berdiri megah di pulau ini. Belanda pun pernah menggunakan pulau ini sebagai pulau karantina. Selain peninggalan Belanda, Portugis pun pernah membuat benteng pada abad ke-17 di pulau ini.

Pulau Bidadari dapat dijangkau dengan menggunakan perahu cepat dari Marina Ancol dalam waktu 20 menit. Jika memutuskan untuk menumpang kapal motor trayek Pantai Marina Pulau Bidadari, wisatawan memerlukan waktu sekitar 45 menit.

  1. Pulau Onrust
Pulau Onrust (foto: Instagram @amelleas)
Pulau Onrust (foto: Instagram @amelleas)

Nama Onrust berasal dari Bahasa Belanda yang artinya rusuh, tidak tenang. Nama itu disematkan pada pulau seluas 12 hektare ini karena pada masa penjajahan Belanda selalu ada saja kegiatan yang terjadi di pulau itu.

Baca :   Napak Tilas Detik-detik Kemerdekaan Indonesia di Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Di masa itu, terdapat benteng pertahanan Belanda dan tempat penggergajian kayu di Pulau Onrust. Hal ini diketahui dari catatan Kapten James T. Cook yang singgah tahun 1770. Bahkan, pulau ini pernah diserbu tentara Inggris pada tanggal 8 November 1800. Saat itu, bala tentara Inggris mampu membumihanguskan semua bangunan di sana.

Pulau ini lantas dibangun kembali oleh Belanda pada tahun 1803. Namun, tentara Inggris kembali menyerang dan memusnahkan bangunan-bangunan Belanda pada tahun 1810. Belanda pun tidak menyerah begitu saja. Mereka membangun kembali Pulau Onrust lengkap dengan fasilitas pelabuhan beton.

Sejak saat itulah, pulau yang juga disebut sebagai Pulau Sibuk dan Pulau Kapal ini diperhitungkan keberadaannya sebagai pulau pelabuhan. Sayangnya, pada tahun 1883, peran Pulau Onrust sebagai pulau pelabuhan mulai tergantikan Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketika masa kejayaan sebagai pulau pelabuhan usai, Pemerintah Hindia Belanda mengalihfungsikan Pulau Onrust sebagai penjara dan pos karantina penderita lepra. Pulau ini juga dipakai sebagai tempat pembuangan tahanan perang Jerman-Belanda tahun 1939.

Bersama dengan Pulau Bidadari, Pulau Cipir, Pulau Edam, dan Pulau Kelor, Pulau Onrust dijadikan sebagai daerah Suaka Taman Purbakala Kepulauan Seribu oleh Pemerintah Indonesia.

  1. Pulau Edam

Pulau Edam letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Tanjung Priok. Mercusuar Vast Licht yang tingginya 65 meter berada di pulau ini. Mercusuar tersebut dibangun atas izin Raja ZM Willem II pada tahun 1879.

Pulau Edam mempunyai nama lain Pulau Damar Besar. Oleh orang Jakarta, pulau ini juga disebut sebagai Pulau Monyet.

  1. Pulau Kelor

Pulau Kelor adalah sebuah pulau kecil berjarak sekitar 1,8 kilometer dari Pantai Ancol. Hanya diperlukan waktu satu jam pelayaran dengan menumpang kapal motor. Peninggalan Belanda berupa benteng VOC dan galangan kapal bisa ditemukan di pulau yang dulunya dikenal dengan nama Pulau Kherkof ini. Peninggalan Benteng Belanda itu dibangun untuk menghalau serangan Portugis pada abad ke-17. Selain dua benda bersejarah itu, ada sebuah kuburan bernama Kapal Tujuh atau Sevent Provincien. Awak-awak kapal berkewarganegaraan Indonesia yang memberontak dan gugur di tangan Belanda juga dimakamkan di pulau ini.

  1. Pulau Rambut

Orang Belanda menyebut Pulau Rambut dengan nama Nidelberg. Nama lain pulau ini adalah Pulau Kerajaan Burung. Nama itu diberikan karena sekitar 20 ribu burung hidup di pulau tersebut. Bahkan, populasi burung bisa meningkat menjadi 50 ribu saat memasuki bulan Maret sampai dengan bulan September. Sebanyak 30 ribu burung yang bermigrasi dan tinggal sementara di pulau itu diperkirakan datang dari Benua Australia.

Pulau seluas 45 hektare ini memiliki terumbu karang indah serta hutan bakau yang lebat. Dua pulau didekatnya, Pulau Burung dan Pulau Bokor, ditetapkan sebagai cagar alam. Pulau Burung ditetapkan sebagai cagar alam burung sedangkan Pulau Bokor sebagai cagar alam laut.

  1. Pulau Ayer

Pulau Ayer memiliki luas sekitar 10 hektare. Pulau ini pernah dijadikan sebagai tempat peristirahatan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. Beliau juga pernah mengajak mantan Presiden Yugoslavia, Tito, dan mantan Sekjen PBB, U Nu, untuk berkunjung ke Pulau Ayer. Pulau ini telah memiliki fasilitas wisata lengkap mulai dari cottage apung, fasilitas memancing di waktu malam, banana boat, dan jet ski. Pulau berjuluk Mutiara Kepulauan ini adalah salah satu pulau di Kep. Seribu yang mempunyai sumber air tawar.

  1. Pulau Puteri
Baca :   Museum Tekstil Jakarta Punya Misi Melestarikan Budaya Tekstil Tradisional

Pulau Puteri di Kepulauan Seribu difokuskan untuk resor wisata. Kelebihan resor wisata Pulau Puteri adalah memiliki dunia bawah laut berupa terowongan akuarium bawah laut. Wisata andalan ini sangat jarang ditemukan di mana pun. Selain mengunjungi akuarium bawah laut, wisatawan bisa melakukan aktivitas olah raga air seperti selam scuba, menaiki banana boat, menaiki kano, snorkeling, dan jet ski.

Karena jarak pulau yang cukup jauh dari daratan Jakarta, biasanya, perjalanan ke Pulau Puteri ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang. Perjalanan dimulai dari Kemayoran ke Pulau Panjang. Dari pulau tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan menumpang kapal motor ke Pulau Puteri.

  1. Pulau Matahari

Sama seperti Pulau Puteri, Pulau Matahari dikhususkan untuk wisata. Resor mewah ini memiliki cottage tingkat dua berkamar tidur mewah. Fasilitas memancing, olah raga air, dan helipad juga disediakan di sini. Saat ini, pulau ditutup karena sedang diadakan renovasi.

  1. Pulau Sepa

Pulau Sepa dikelola oleh PT Sepa Paradise. Karakteristik pulau ini memiliki bibir pantai langsung menjorok ke tengah laut dan memiliki pasir putih. Pulau ini juga tidak mempunyai sumber air tawar sehingga harus memanfaatkan air payau untuk mandi.

Orang-orang menjuluki Pulau Sepa The Paradise for Diver in Jakarta. Untuk mendapatkan sertifikat Open Water dari Professional Association of Diving Instructors (PADI), penyelam scuba pemula berlatih di pulau ini.

Kawasan Pulau Sepa sangat ideal untuk aktivitas memancing, menyelam, berenang, dan snorkeling. Fasilitas peralatan menyelam dan olah raga air telah disediakan sehingga mempermudah pengunjung.

Selain kegiatan olah raga air, wisatawan bisa melihat pusat penangkaran penyu sisik. Spesies penyu sisik (Eretmochelys imbricata) termasuk jenis penyu yang terancam punah.

  1. Pulau Pantara Barat dan Pantara Timur

Pulau Pantara Barat dan Pulau Pantara Timur terkenal sebagai spot menyelam dan snorkeling yang ideal. Sebelum dikenal dengan namanya yang sekarang, pulau tersebut dikenal dengan nama Pulau Hantu. Perusahaan penerbangan Jepang pernah mengembangkan pulau ini beberapa tahun yang lalu.

Pulau yang dapat dijangkau sekitar dua jam perjalanan dari Marina Ancol ini memiliki cottage mewah. Cottage tersebut memiliki dinding kaca berukuran besar sehingga penghuninya bisa melihat pemandangan di luar cottage dengan leluasa.

Serupa dengan fasilitas yang ada di pulau lainnya, kedua pulau tersebut memiliki fasilitas olah raga air seperti kolam renang, banana boat, windsurfing, dan jet ski.

  1. Pulau Bira Besar (Bira Island)

Pulau Bira Besar berjarak sekitar 100 kilometer dari Marina Ancol. Pulau ini dilengkapi fasilitas mewah berupa lapangan golf 9 hole, tempat memancing, tempat bermain anak-anak, kolam renang, dan sepeda untuk mengelilingi pulau.

  1. Pulau Kotok

Pulau Kotok dijadikan tempat konservasi burung Elang Bondol. Burung tersebut adalah maskot Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, karakteristik pulau ini adalah pulau atoll tropis bervegetasi masih asli. Lautnya pun jerni serta formasi batu karangnya berwarna-warni. Karena keindahan alam inilah, para penyelam juga menjadikan Pulau Kotok sebagai tujuan utama.

  1. Pulau Pelangi
Baca :   Bioskop Megaria, Salah Satu Pusat Hiburan Pertama di Jakarta

Pulau Pelangi merupakan sebuah resor di Kepulauan Seribu yang didirikan pada tahun 1990. Pulau ini masih termasuk satu gugusan dengan Pulau Melinjo, Pulau Sepa, Pulau Puteri, dan Pulau Petondan.

Sebagai sebuah resor wisata, pulau ini dilengkapi 32 unit cottage yang terdiri dari 9 unit cottage tipe Tulip, 12 unit tipe Jasmin, 12 unit tipe Bougenville, dan satu unit tipe Edelweiss. Bangunan-bangunan di sana juga mengambil gaya arsitektur tradisional Bungalows. Rumah-rumah tersebut mencerminkan kehidupan asli dari Pulau Pelangi.

  1. Pulau Papa Theo

Pulau Papa Theo atau yang dikenal pula dengan sebutan Pulau Pebondan Timur memiliki luas delapan hektare. Pulau ini berada di gugusan kepulauan yang sama dengan Pulau Kelapa dan Pulau Kelor. Jarak pulau ini dari Pantai Marina Ancol adalah sekitar 108 kilometer. Nama Papa Theo berasal dari call sign radio antar penduduk.

  1. Pulau Laki

Pulau Laki dibuka sebagai kawasan wisata laut pada tahun 1988. Pulau seluas 30 hektare ini dapat dijangkau dengan kapal motor dari Pantai Mauk, Sepatan, Tangerang.

  1. Pulau Pamagaran

Pulau Pamagaran memiliki panjang 1,7 kilometer, bagian terlebar 300 meter, bagian tersempit 40 meter, dan luas sekitar 16 hektare. Pulau ini memiliki cincin terumbu karang yang melebar sejauh satu kilometer ke tengah laut.

Penginapan berbentuk segi enam didirikan di bagian tersempit Pulau Pamagaran. Dari Pantai Marina Ancol, pulau ini berjarak sekitar 38 kilometer.

Hutan di Pulau Pamagaran cukup lebat. Vegetasi hutan didominasi angsana dan lamtoro gung.

  1. Pulau Sabira
Pemandangan Pulau Sabira (foto: Instagram @salmanfarizitem)
Pemandangan Pulau Sabira (foto: Instagram @salmanfarizitem)

Pulau Sabira, atau yang disebut Noord Wachter oleh orang Belanda, adalah sebuah pulau 126 kilometer dari pantai utara Jakarta yang luasnya sepuluh hektare. Istilah Belanda yang berarti penjaga utara itu diberikan kepada Pulau Sabira karena pulau ini terletak paling utara di antara pulau lain di Kepulauan Seribu.

Secara karakteristik, pulau ini memiliki banyak batu karang berwarna putih. Vegetasi tanaman berupa sukun dan kelapa pun banyak ditemukan di sini.

Sebuah peninggalan Belanda berupa mercusuar setinggi 60 meter ada di Pulau Sabira. Mercusuar itu dibangun tahun 1869 atas perintah Raja ZM Willem III. Prasasti bertuliskan Onder de regering van Z.M Willem III Koning der Nederlander enz. opgericht voor draailicht 1869 dipajang di pintu mercusuar.

  1. Pulau Saktu dan Pulau Penike

Pulau Saktu memiliki pantai berpasir putih yang ditumbuhi nyiur. Sebuah laguna khas daerah tropis juga hadir di pulau tersebut. Sebuah mercusuar setinggi 60 meter ada di pulau tersebut. Mercusuar tersebut diarsiteki orang Indonesia dan dibuat pada tahun 1981. Dari Pelabuhan Tanjung Priok, dibutuhkan waktu tiga jam dengan menumpang kapal untuk mencapai destinasi Pulau Saktu dan Pulau Penike.

Artikel terkait: Pulau Tidung, Pulau di Kep. Seribu yang Punya Banyak Kisah


Sewa mobil Jakarta sekarang jadi mudah dengan aplikasi DOcar – Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda. Unduh aplikasi DOcar tanpa dipungut biaya alias GRATIS di Google PlayStore. Pastikan Anda membagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda jika Anda mendapati artikel ini menambah wawasan umum Anda; karena ilmu tidak akan habis walau dibagi.


sewa mobil online