Taman Purbakala Jadi Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Taman Purbakala Jadi Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

0

Fakta Cepat Mengenai Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya:

sewa mobil online
  1. Dikenal pula dengan nama Situs Karanganyar
  2. Dipercaya sebagai sisa-sisa taman Kerajaan Sriwijaya
  3. Masih banyak warga lokal yang belum mengenalnya

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya merupakan sebuah kawasan bekas permukiman dan taman pada jaman Kerajaan Sriwijaya. Taman tersebut terletak di Jalan Syakhyakirti, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Letaknya berada di tepi utara Sungai Musi.

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini dipugar dan dirapikan kanal-kanalnya sebelum dijadikan tempat wisata. Presiden Soeharto kemudian meresmikan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 22 Desember 1994.

Sebagai salah satu kerajaan terbesar di Nusantara, Sriwijaya tentunya mempunyai pusat permukiman dan pusat aktivitas manusia. Di kawasan inilah, bukti-bukti mengenai kedua hal tersebut ada. Taman yang juga disebut sebagai Situs Karanganyar ini berada di sebelah utara Sungai Musi. Di kawasan tersebut, terdapat beberapa situs arkeologi seperti Situs Padang Kapas, Situs Ladang Sirap, Situs Kambang Unglen, dan Bukit Seguntang. Situs-situs tersebut berasal dari abad ketujuh hingga kelima belas Masehi.

Baca :   Jakabaring Sports Complex : Kompleks Olahraga Tempat Penyelenggaraan Event Internasional

Untuk mencapai Situs Karanganyar, para wisatawan bisa narik kendaraan umum jurusan Tangga Buntung-Gandus dari pusat kota. Situs ini terdiri dari tiga subsitus; Subsitus Karanganyar 1, Subsitus Karanganyar 2, dan Subsitus Karanganyar 3.

Subsitus Karanganyar 1 berbentuk kolam persegi panjang berukuran 623 x 325 meter yang  membujur arah utara-selatan. Situs ini merupakan situs terbesar. Di tengah kolam tersebut, terdapat dua pulau. Pulau pertama bernama Pulau Nangka yang ukurannya 462 x 325 meter. Pulau ini dikelilingi parit berukuran 15 x 1190 meter. Pulau berikutnya bernama Pulau Cempaka yang ukurannya 40 x 40 meter. Pulau tersebut merupakan pulau buatan.

Subsitus Karanganyar 2 berada di sebelah barat daya kolam 1. Subsitus ini berbentuk kolam kecil yang memiliki pulau kecil di tengahnya. Ukuran pulau kecil tersebut adalah 40 x 40 meter. Subsitus Karanganyar 3 berbentuk bujur sangkar berukuran 60 x 60 meter. Letak subsitus ini di sebelah timur subsitus Karangayar 1. Ketiga subsitus dihubungkan oleh tujuh buah parit.

Baca :   Museum Negeri Balaputera Dewa Simpan Koleksi Arkeologi Tiga Zaman

Artefak-artefak yang menunjukkan keseharian masyarakat di masa lampau banyak ditemukan di Situs Karanganyar. Ada penemuan fragmen-fragmen keramik dan gerabah. Peninggalan keramik yang ditmeukan antara lain guci, piring, mangkuk, buli-buli, dan tempayan. Sedangkan penemuan sisa gerabah yang telah direkonstruksi para ahli menunjukkan bahwa masyarakat jaman tersebut memanfaatkan pasu, periuk, tempayan, kendi, anglo, dan genteng. Penemuan lainnya di antaranya damar, tali ijuk, batu bata, sisa perahu, dan manik-manik.

Penggalian-penggalian arkeologi di kawasan ini dilangsungkan pada tahun 1985 dan 1989. Hasil penggalian menemukan keramik-keramik China dari dinasti Tang, Yuan, dan Qing. Sisa bangunan berorientasi timur-barat ditemukan di Pulau Cempaka. Sisa bangunan tersebut terletak di kedalaman 30 cm dan berupa struktur bata.

Menurut pendapat para ahli arkeologi, alasan mengapa tidak banyak ditemukan peninggalan berupa bangunan adalah karena letak situs yang berada di tepian sungai dan hutan lebat. Bangunan cepat rusak, kira-kira 200 tahun, karena tidak terdapat gunung berapi yang memproduksi batu andesit. Bangunan di tempat tersebut dibuat dari kayu atau bahan bata. Tingginya kelembaban dan kemungkinan adanya banjir rutin dari luapan Sungai Musi juga membuat bangunan cepat rusak.

Baca :   Candi Bumiayu : Situs Peninggalan Agama Hindu di Sumatra Selatan

Meskipun merupakan salah satu penemuan penting, keberadaan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya ini masih belum terkenal di kalangan masyarakat setempat. Keadaan taman yang kurang terawat serta kurangnya promosi kiranya menjadi beberapa sebab taman ini kurang dilirik para wisatawan.


Sewa mobil di Palembang sekarang jadi mudah dengan aplikasi DOcar – Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda. Unduh aplikasi DOcar tanpa dipungut biaya alias GRATIS di Google PlayStore. Pastikan Anda membagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda jika Anda mendapati artikel ini menambah wawasan umum Anda; karena ilmu tidak akan habis walau dibagi.


sewa mobil online