Museum Seni Rupa dan Keramik Pamerkan Karya Seniman Indonesia Sejak 1800-an

Museum Seni Rupa dan Keramik Pamerkan Karya Seniman Indonesia Sejak 1800-an

0
Museum Seni Rupa dan Keramik

Fakta Cepat Mengenai Museum Seni Rupa dan Keramik:

sewa mobil online
  1. Memajang koleksi keramik lokal mulai dari era Majapahit hingga sekarang
  2. Koleksi yang dimiliki museum juga berasal dari mancanegara
  3. Gedung museum memiliki gaya arsitektur neoklasik

Selayang pandang

Museum Seni Rupa dan Keramik berada di kawasan Kota Tua Jakarta tepatnya di Jalan Pos Kota No. 2, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Museum ini diarsiteki oleh orang Belanda bernama W. H. F. H van Raders. Pembangunan museum tersebut dimulai pada tahun 1866 dan selesai sekitar tahun 1870. Gedung tersebut diresmikan pada 12 Januari 1870.

Pada awalnya, gedung tersebut adalah Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia yang dimiliki oleh Pemerintah Hindia Belanda. Gubernur Jenderal yang berkuasa pada tahun-tahun tersebut adalah Pieter Miyer. KNIL menggunakan bangunan tersebut sebagai sarana Nederlansche Mission Militer (NMM) pada tahun 1949. Selanjutnya, gedung ini diserahkan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai gudang logistik.

Baca :   Monas, Tugu Kebanggaan Rakyat Indonesia

Kantor Walikota Jakarta Pusat pada tahun 1970-1973 bertempat di gedung ini. Setahun kemudian, gedung bergaya neoklasik itu digunakan sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah. Presiden RI Soeharto meresmikan gedung tersebut sebagai Balai Seni Rupa pada 20 Agustus 1976. Peresmian ini atas inisiatif Adam Malik.

Gubernur Ali Sadikin kemudian meresmikan sebagian dari gedung ini sebagai Museum Keramik pada 10 Juni 1977. Baru pada awal tahun 1990, Balai Seni Rupa dan Museum Keramik disatukan menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik. Musuem tersebut dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Tidak hanya pamerkan koleksi seni tetapi juga mengedukasi

Museum Seni Rupa dan Keramik didedikasikan khususnya untuk menampilkan seni rupa dan keramik tradisional Indonesia. Museum ini menyimpan dan memajang hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga sekarang.  Seiring berjalannya waktu, karya-karya yang ditampilkan bukan hanya karya milik seniman Indonesia tetapi juga seniman mancanegara seperti Thailand, Vietnam, Jepang, Tiongkok, dan Eropa dari abad 16-20.

Baca :   Gedung Joang 45, Museum Tempat Peninggalan Bung Karno Disimpan

Koleksi seni di museum ini dibagi menjadi koleksi seni lukis, koleksi seni rupa, dan koleksi keramik. Untuk Koleksi Seni Lukis Indonesia, ada beberapa ruangan yang dibagi berdasarkan periodisasi sbb.:

  1. Ruang Masa Raden Saleh (karya-karya periode 1880 – 1890)
  2. Ruang Masa Hindia Jelita (karya-karya periode 1920-an)
  3. Ruang Persagi (karya-karya periode 1930-an)
  4. Ruang Masa Pendudukan Jepang (karya-karya periode 1942 – 1945)
  5. Ruang Pendirian Sanggar (karya-karya periode 1945 – 1950)
  6. Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (karya-karya periode 1950-an)
  7. Ruang Seni Rupa Baru Indonesia (karya-karya periode 1960 – sekarang)

Koleksi Seni Rupa menampilkan patung-patung misalnya Totem Asmat. Sementara itu, koleksi keramik berisi keramik dari daerah-daerah di Indonesia dan mancanegara. Selain koleksi keramik tradisional, museum ini juga menyimpan seni kreatif kontemporer.

Baca :   Napak Tilas Detik-detik Kemerdekaan Indonesia di Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Di setiap koleksi yang dipamerkan, ada keterangan tentang koleksi tersebut. Hal ini memungkinkan para pengunjung untuk sekaligus belajar. Fasiiltas Ruang Serbaguna, Workshop Keramik, dan Workshop Melukis juga disediakan agar para pengunjung semakin bertambah wawasannya.

Jam Buka Museum Seni Rupa dan Keramik

Selasa-Minggu             : 09.00-15.00 WIB

Jumat                                  : 09.00-14.30

Sabtu                                  : 09.00-12.30

Hari Senin dan Hari Libur Nasional tutup.

Daftar Harga Tiket / Karcis Masuk Museum Seni Rupa dan Keramik

Anak-anak                       : Rp650,00/orang; Rp500,00/orang jika rombongan

Mahasiswa                      : Rp1.000,00/orang; Rp750,00 jika rombongan

Dewasa                              : Rp3.000,00/orang; Rp1.500/orang jika rombongan


Sewa mobil di Jakarta sekarang jadi mudah dengan aplikasi DOcar – Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda. Unduh aplikasi DOcar tanpa dipungut biaya alias GRATIS di Google PlayStore. Pastikan Anda membagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda jika Anda mendapati artikel ini menambah wawasan umum Anda; karena ilmu tidak akan habis walau dibagi.


 

sewa mobil online