50 Daftar Wisata Solo Paling Populer dan Wajib Dikunjungi

50 Daftar Wisata Solo Paling Populer dan Wajib Dikunjungi

0

50 Wisata Solo Paling Populer wajib Anda kunjungi bersama keluarga atau sahabat Anda. Karesidenan Surakarta adalah suatu wilayah di Jawa Tengah yang mencakup daerah kekuasaan Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran. Residentie Soerakarta ini diberlakukan pada masa kolonial Belanda dan beberapa tahun setelahnya. Kini, jenis wilayah Karesidenan telah dihapuskan sebagaimana perkembangan dalam administrasi pemerintahan menghapuskan tingkat karesidenan. Saat ini, wilayah Karesidenan Surakarta sering disebut dengan sebutan Subosukawonosraten (karena terdiri dari Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten).

sewa mobil online

Destinasi wisata alam di wilayah Subosukowonosraten cukup beragam, mulai dari pegunungan hingga pantai. Berikut ini kami jabarkan daftar lengkap wisata alam yang dapat Anda jadikan pedoman memilih destinasi wisata alam di wilayah Subosukowonosraten. Kami juga melampirkan sejumlah resor wisata di luar wilayah tersebut namun masih sekitaran Subosukowonosraten.

Berikut Ini Daftar Wisata Solo Paling Terkenal

1Waduk Kedung Ombo (Boyolali, Sragen, Grobogan)

Bendungan raksasa seluas 6.576 hektar ini menempati tiga kabupaten sekaligus karena luasnya lahan. Adalah Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali yang merupakan tiga daerah administratif lokasi Waduk Kedung Ombo.

Membendung lima sungai, waduk ini terdiri dari wilayah perairan seluas 2.830 hektar. Sekitar 3.746 hektar lahan lainnya tidak tergenang air.

Waduk ini dibangun selama 11 tahun yakni mulai tahun 1980. Setelah selesai dibangun tahun 1991, waduk ini difungsikan sebagai pembangkit listrik dan sumber irigasi. Baru pada tahun 2006, waduk ini dibuka untuk umum sebagai tempat wisata. Pemerintah Daerah Sragen menjadikan Waduk Kedung Ombo sebagai salah satu objek wisata andalan. Bersama dengan dua kabupaten lainnya, mereka bergotong royong memberdayakan waduk ini secara swadaya.

Waduk ini difokuskan untuk menjadi spot wisata kuliner dengan andalan kuliner ikan bakar. Pengunjung dapat melakukan aktivitas menjelajahi waduk dengan perahu motor dan menjelajahi tepian waduk dengan kereta mini atau ATV. Pengunjung dapat memancing, membeli sayur-mayur, dan buah-buahan. Baca selengkapnya.

2Air Terjun Jumog (Karanganyar)

Tempat wisata air terjun Jumog di lereng Lawu ini belakangan sudah seterkenal Grojogan Sewu yang sebelumnya menjadi satu-satunya primadona wisata Solo di wilayah Karanganyar. Air terjun Jumog dapat diakses kurang lebih 200 meter di sebelah barat Candi Sukuh.

Air Terjun Jumog karanganyar

Jumog merupakan sebuah air terjun berketinggian kurang lebih 30 meter. Di sisi kanan kiri air terjun Jumog, terdapat tiga air terjun lainnya yang masing-masing bernama Kusumajati, Klueng, dan Jubleg.

Jumog mulai dibuka untuk umum tahun 2004. Penduduk setempat rela menebas hutan demi membuat jalan agar wisatawan bisa melihat keindahan air terjun yang sering disambangi pelangi ini.

air terjun jumog 2

Air terjun Jumog sering disebut sebagai Surga yang Hilang karena lingkungan alamnya masih segar dan asri. Pengunjung bisa merasa aman bermain air di sini karena debit airnya tidak mengalir terlalu deras sehingga aman.

Fasilitas pendukung wisata Jumog adalah area peristirahatan, penginapan, area permainan anak, dan area parkir. Warung-warung sederhana yang menjajakan kuliner lokal dan kuliner andalan sate kelinci juga siap menjamu para pengunjung Jumog. Baca selengkapnya.

3Telaga Madirdo (Karanganyar)

KARANGANYAR,27/2 - MELASTHI LAWU. Umat Hindu melaksanakan Upacara Melasthi di sekitar Telaga Madirda, lereng barat Gunung Lawu , Ngargoyoso, Karanganyar, Jateng, Minggu (27/2). Upacara Melasthi dilaksanakan sebagai ritual pembersihan jiwa jelang Hari Raya Nyepi. FOTO ANTARA/Andika Betha/11

 

Telaga Madirdo adalah sebuah objek wisata Solo yang tergolong masih belum seterkenal objek wisata lain di Karanganyar. Terletak di Ngargoyoso, telaga seluas sekitar 1.000 meter persegi ini menyimpan potensi wisata alam berupa pemandangan spektakuler saat matahari terbenam.

telogo madirdo

Telaga Madirdo memiliki legenda yang unik. Legenda itu melibatkan kisah cinta seorang bidadari dan Bathara Surya hingga perebutan mestika Cupu Manik Astagina oleh keturunan bidadari tersebut.

telogo madirdo karanganyar

Penasaran ingin tahu kisahnya? Baca selengkapnya.

4Umbul Ponggok (Klaten)

Umbuk Ponggok Adalah wisata Solo yang saat ini sedang naik daun. Umbul Ponggok di Kabupaten Polanharjo, Kabupaten Klaten, adalah umbul terbesar dari lima umbul lainnya dari desa yang sama, Desa Wisata Ponggok. Lokasi wisata alam ini mempunyai luas kolam pemandian sekitar 6.000 meter persegi, berkedalaman sekitar 1,5 meter di bagian pinggir umbul dan tiga meter di bagian tengah.

umbul ponggok 32

Umbul Ponggok menawarkan wisata pemandian alam bebas penambahan senyawa buatan. Kondisi umbul tetap dijaga kemurniannya dari zat-zat yang dapat mencemari jernihnya air umbul. Agar kolam selalu terisi dan selalu baru, air dari Umbul Ponggok dibuang langsung ke pintu air. Kemudian, air baru dari sumbernya langsung mengisi kolam pemandian.

umbul ponggok 2

Umbul Ponggok cocok untuk orang-orang yang sedang belajar menyelam. Instruktur snorkeling bisa disewa untuk mengajari pengunjung dasar-dasar menyelam. Penduduk juga membuka jasa persewaan peralatan menyelam apabila pengunjung tidak membawa secara khusus dari rumah.

umbul ponggok 3

Akan tetapi, yang membuat Umbul Ponggok terkenal adalah wisata fotografi dalam air. Di sini, pengunjung dapat menyelam dan mengabadikan diri bersama dengan properti-properti yang lazimnya tidak dimasukkan ke dalam air, misalnya sepeda, sepeda motor, dan televisi. Bagaimana caranya? Baca selengkapnya.

5Pemandian Air Panas Bayanan (Sragen)

Tempat wisata satu ini adalah rekomendasi untuk Anda yang ingin berlibur sekaligus ingin mendapatkan manfaat sehat dari alam. Sumber air panas alami yang keluar dari dalam bumi, yang terdapat di Dusun Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambireho, Kabupaten Sragen, itu sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen sebagai destinasi ekowisata; wisata alam dan wisata kesehatan terintegrasi.

Fasilitas yang dimiliki tempat wisata ini adalah ruang ganti pakaian, WC, kamar mandi air panas, warung makan, tempat menginap, toko kelontong, jalan setapak, tempat parkir, kolam renang, taman bermain anak-anak, ruang informasi, mushola, dan hutan wisata. Anda bisa tracking dan camping di hutan wisata dan hutan karet yang tidak jauh dari lokasi pemandian air panas. Jika ingin melihat hiburan tradisional, datanglah di waktu Puasa atau Idulfitri.

Pemandian air panas Bayanan berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Apa saja dan bagaimana cara menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut? Baca selengkapnya.

6Rawa Jombor (Klaten)

Rawa Jombor dikelilingi bukit-bukit kapur. Luas destinasi wisata air ini sekitar 198 hektare. Letaknya sekitar delapan kilometer dari pusat Kota Klaten. Dengan kedalaman 4,5 meter, panjang 7,5 kilometer, dan lebar 12 kilometer, Rawa Jombor dapat menampung air hingga empat juta per meter kubik.

Sebelum menjadi tempat wisata alam dan kuliner seperti sekarang ini, Rawa Jombor mempunyai sejarah panjang. Pada tahun 1917, Rawa Jombor dimanfaatkan untuk mengairi kebun tebu oleh pemerintah Hindia-Belanda bersama dengan Paku Buwono X. Lokasi ini baru menjadi tempat wisata setelah diresmikan pada tahun 1956. Wisata kuliner ikan baru muncul pada tahun 1987 saat kawasan ini dijadikan tempat budidaya ikan air tawar.

rawa jombor klaten

Rawa Jombor terkenal dengan wisata warung apung-nya. Puluhan warung apung siap melayani Anda dengan menu-menu makanan lokal andalan masing-masing. Seperti tempat wisata air lainnya, Rawa Jombor juga menyediakan spot pemancingan dan sarana jelajah rawa. Di hari libur, warung apung menyediakan tambahan hiburan orkes dangdut. Baca selengkapnya.

7Cemoro Sewu (Magetan)

Cemoro Sewu adalah satu di antara dua jalur pendakian Gunung Lawu. Lokasinya berada di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Jalur ini digunakan oleh pendaki yang ingin mendaki puncak Lawu dari Jawa Timur.

Cemoro Sewu mempunyai lima pos peristirahatan sebelum sampai ke puncak. Jalur Cemoro Sewu lebih menantang daripada Cemoro Kandang. Akan tetapi, sebagai ganjarannya, Anda bisa lebih cepat sampai ke puncak Lawu.

cemoro-sewu

Di tiap-tiap pos, ada beberapa spot menarik. Sebut saja, Sendang Penguripan, Sendang Drajat, dan tempat-tempat yang cocok dijadikan tempat bersemedi. Selama muncak, Anda akan melihat berbagai flora dan fauna khas pegunungan seperti kebun sayur, pohon pinus, dan padang rumput. Jika Anda sudah menemukan tugu bertuliskan Hargo Dumilah, itu artinya, Anda telah mencapai puncak Lawu, 3.265 meter di atas permukaan laut. Baca selengkapnya.

8Umbul Pengging (Boyolali)

Tempat wisata satu ini merupakan peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta yang terletak di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Sebuah umbul (mata air) di daerah ini pada mulanya digunakan oleh keluarga kerajaan untuk bersantai, dinamakan Tirto Marto. Rakyat biasa tidak boleh menggunakannya. Akan tetapi, lambat laun, kolam pemandian di tempat ini bisa diakses semua kalangan.

Umbul ini dinamakan Pengging karena terletak di sebuah wilayah yang dahulu benar-benar merupakan nama administratif tempat tersebut. Sekarang, daerah Pengging kira-kira mencakup wilayah Boyolali, Klaten, dan kemungkinan hingga Salatiga. Pusat daerah administratif diperkirakan terletak di daerah Banyudono di Boyolali.

umbul pengging

Kawasan wisata pemandian Umbul Pengging terdiri dari tiga umbul alami yang tiap-tiap umbulnya mempunyai kisah unik. Mereka adalah Umbul Dudo, Umbul Ngabean, dan Umbul Temanten. Apa kisah unik di balik tiap-tiap umbul? Baca selengkapnya.

9Air Terjun Parang Ijo (Karanganyar)

Air terjun Parang Ijo adalah primadona baru wisata alam Karanganyar. Grojogan ini masuk ke dalam daftar wisata air terjun tempat tersebut bersama dengan Jumog dan Grojogan Sewu. Ketinggiannya sekitar 50 meter. Dari kompleks wisata Candi Cetho, lokasi air terjun Parang Ijo bisa dicapai dalam waktu 20 menit.

Munculnya air terjun Parang Ijo berawal dari sebuah pohon besar yang tidak bisa ditebang. Oleh warga, sekitar tahun 1942, pohon tersebut dianggap keramat. Yang bisa menumbangkannya adalah sebuah bencana banjir bandang yang disebut Baru Klinthing. Pohon yang tumbang terseret arus, hanyut hingga sampai sebuah tempat di antara dua tebing (parang).

Bertahun-tahun kemudian, lokasi itu baru menjadi air terjun ketika sebuah banjir bandang kembali datang di tahun 1982. Pohon yang sudah hijau berlumut kembali diterjang aliran air banjir. Akhirnya, air mengalir deras dari atas bukit karena pohon yang tadinya menghalangi sudah hanyut ke bawah. Fasilitas pendukung air terjun Parang Ijo adalah area taman bermain, gardu pandang, warung makan, kolam renang, penginapan, dan flying fox. Baca selengkapnya.

10Umbul Cokrotulung (Klaten)

Mata air Cokro (nama lain: Umbul Ingas) di Kecamatan Tulung, Klaten, adalah destinasi wisata yang ramai dikunjungi terutama saat ritual padusan. Orang-orang juga menyukai pemandangan alami dan hawa sejuk pegunungan.

Saat akan masuk ke tempat pemandian, Anda disambut dengan jembatan gantung sepanjang 25 meter dengan ketinggian 10 meter. Jembatan di atas Kali Busur itu pasti bisa cukup mempercepat laju adrenalin Anda.

Air umbul, selain digunakan untuk mandi, juga digunakan untuk mengaliri sawah dan air minum dengan cara dialirkan ke pipa-pipa panjang. Karena mata air keluar dari tanah, air dipastikan mengalir terus menerus dan selalu jernih. Luas umbul Cokro totalnya 15.000 meter persegi.

Agar selalu dipadati pengunjung, pengelola umbul memutuskan untuk menambah fasilitas flying fox dan water boom. Kadang-kadang, ada konser musik yang digelar di umbul. Baca selengkapnya.

11Waduk Cengklik (Boyolali)

Bendungan atau waduk mempunyai fungsi utama untuk irigasi dan pemenuhan air baku bagi masyarakat. Namun, waduk bisa menjadi tempat wisata jika dikelola dengan baik dan didukung dengan kondisi alam yang memadai.

Waduk Cengklik di Kota Boyolali beruntung berada di tempat yang mendukung panorama alam indah saat matahari terbenam. Selain panorama matahari terbenam, Anda dapat melihat Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dari kejauhan sehingga panorama sunset semakin sempurna.

Waduk Cengklik dibangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda di Dukuh Cengklik, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Waduk ini terletak sekitar 1,5 kilometer sebelah barat Bandara Adi Sumarmo. Luas keseluruhan waduk ini 300 hektare.

Waduk Cengklik dilengkapi fasilitas jetski dan perahu yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk menjelajah waduk. Anda juga bisa melakukan aktivitas memancing serta foto-foto. Warung di sekitar waduk juga menyediakan kuliner ikan wader bagi Anda yang ingin mencoba makanan setempat. Usai mengunjungi Waduk Cengklik, Anda bisa mengunjungi beberapa objek wisata di sekitar waduk seperti Monumen POPDA dan lapangan golf. Baca selengkapnya.

12Air terjun Kedung Kayang (Boyolali, Magelang)

Objek wisata satu ini terletak di tengah-tengah objek wisata alam lainnya. Adalah Air terjun Kedung Kayang, sebuah air terjun berketinggian 39 meter yang airnya berasal dari Sungai Pabelan, yang akan kami bahas berikut ini.

Baca :   Grebeg Mulud, Puncak Perayaan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Sungai Pabelan adalah sebuah sungai yang hulunya berasal dari Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Maka dari itu, tak heran bila letak mata air ini cukup tinggi, yaitu di ketinggian 950 meter di atas permukaan laut.

Secara administratif, Kedung Kayang terletak di perbatasan antara Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. Wilayahnya masuk dalam Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, serta Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Fasilitas pendukung objek wisata sudah lengkap seperti warung makan, toilet, bumi perkemahan, dan tempat parkir. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota dan mempunyai jalur dengan badan jalan cukup lebar untuk dilalui kendaraan roda empat.

Aliran air terjun Kedung Kayang cukup deras dengan air mengalir berwarna jernih. Meskipun aliran air berasal dari gunung berapi, masyarakat percaya air tidak akan mengalirkan lahar panas. Hal ini dijelaskan dalam sebuah legenda Kedung Kayang. Mau tahu kisah selengkapnya? Baca selengkapnya.

13Agrowisata Salib Putih (Salatiga)

Tempat wisata satu ini direkomendasikan untuk Anda yang ingin beristirahat atau melakukan aktivitas yang butuh ketenangan. Terletak di sekitar empat kilometer dari kaki Gunung Merbabu, banyak orang berkunjung ke Desa Salib Putih untuk pelatihan, kegiatan rekoleksi, reuni, rapat, acara pernikahan, ulang tahun, kemah, dan seminar. Anda juga bisa melakukan hiking di tempat ini.

Desa Salib Putih terkenal dengan iklim sejuknya. Tata letak perdesaan dan perkebunan Salib Putih sangat rapi sehingga sedap dipandang. Di desa seluas kira-kira lima hektare ini, Anda dapat menyaksikan pemandangan Kota Salatiga dan Rawa Pening.

Salib Putih menyediakan penginapan dengan 50 kamar berdesain modern. Ada pula Panti Asuhan, Panti Waluya, dan Panti Wreda. Anda juga bisa mengadakan retret di Bumi Perkemahan Salib Putih atau Pondok Remaja Salib Putih.

Untuk kegiatan agrowisata, Anda bisa mengunjungi perkebunan kopi, cengkeh dan kapuk randu. Perkebunan dengan jenis tanaman variatif ini menjadi minat utama para penikmat agrowisata. Di sini, juga ada peternakan sapi perah yang menarik untuk dikunjungi. Baca selengkapnya.

14Alas Kethu (Wonogiri)

Tempat wisata satu ini sering digunakan oleh rumah produksi untuk syuting film dan sinetron laga. Alasannya, Alas Kethu mudah dijangkau dari pusat kota dan lokasinya sesuai dengan sinetron atau film bertema kerajaan di Nusantara.

Alas Kethu di Desa Giriwono, Kecamatan Wonogiri, ini terletak hanya 15 menit perjalanan dari pusat Kota Wonogiri. Hutan di Wonogiri difungsikan sebagai penyeimbang ekosistem karena sebagian besar wilayah Wonogiri tidak terlalu subur.

Alas Kethu memang merupakan sebuah perwujudan nyata dari paru-paru kota. Di hutan seluas kira-kira 40 hektare ini, pohon-pohon akasia, kayu putih, mahoni, dan jati berkembang biak. Lokasi wisata alam Alas Kethu cocok untuk piknik, kegiatan foto-foto, dan bersantai. Baca selengkapnya.

15Grojogan Sewu (Tawangmangu)

Destinasi wisata Grojogan Sewu sudah sangat terkenal sebagai wisata Solo di daerah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Nama Grojogan Sewu yang berarti Air Terjun Seribu itu sebenarnya merujuk pada ketinggian air terjun bukan jumlahnya, yaitu sekitar 80 meter, cukup tinggi untuk ukuran air terjun.

Akan tetapi, memang terdapat banyak air terjun di lokasi Grojogan Sewu. Selain air terjun tertinggi 80 meter itu,  ada beberapa air terjun lain yang mancurnya meluas dan membentuk cabang-cabang.

Untuk mencapai dasar air terjun, Anda harus menuruni ribuan anak tangga. Selama dalam perjalanan, Anda bisa beristirahat di gazebo-gazebo yang ada. Sekawanan monyet ekor panjang mungkin akan mengusili Anda.

Anda bisa juga mengunjungi hutan pinus seluas 20 hektare, membeli sayur-mayur, membeli tanaman hias, berenang di kolam renang dewasa/anak-anak, serta menyantap sate kelinci. Jika ingin lebih menyatu dengan alam, Anda bisa mempertimbangkan untuk menginap di hutan. Baca selengkapnya.

16Pantai Nampu (Wonogiri)

Pantai Nampu merupakan pantai baru di wilayah Desa Dringo, Kelurahan Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Dari pusat Kota Wonogiri, Pantai Nampu berjarak sekitar dua jam perjalanan, jaraknya 70 kilometer.

Pantai Nampu mempunyai karakteristik pasirnya putih, banyak batu karang serta batu karst, dan pepohonan. Ada tiga titik pantai yang dipisahkan oleh gundukan daratan hijau.

Daya tarik utama pantai ini adalah keadaannya yang belum terjamah tangan-tangan manusia sehingga udaranya masih bersih dan tidak ramai. Saat pantai sepi, Pantai Nampu seakan-akan sudah menjadi milik pribadi.

Agar pengunjung betah berlama-lama di Pantai Nampu, warga mengusahakan perbaikan jalan menuju lokasi wisata. Beberapa warga ada yang menjual es kelapa muda sebagai pelepas dahaga. Kelapa mudanya langsung memetik dari pohonnya, 100% segar tentunya. Baca selengkapnya.

17Alas Karet Polokarto (Sukoharjo)

Perkebunan karet di daerah Polokarto, Sukoharjo, berikut ini semakin digandrungi kawula muda karena fotogenik. Kebun karet ini sebenarnya adalah milik PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero).

Alas karet mempunyai nama gaul Alaska yang merupakan akronim dari hutan (alas)  karet ini. Pohon-pohon karet yang ditanam di tempat ini bisa mencapai setinggi 25 meter. Tiap-tiap pohon karet biasanya mempunyai tiga hingga enam biji karet sesuai dengan jumlah ruang.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Alas Karet adalah tempat yang sering digunakan untuk foto-foto, baik itu foto narsis, foto keluarga, foto buku kenangan, maupun foto pranikah. Menurut penuturan para calon pengantin yang melakukan sesi foto pranikah di Alaska, mereka memilih tempat ini karena keren, asri, sejuk, dan sepi.

Jika Anda ingin melihat aktivitas penyadap karet, datanglah pagi-pagi pukul 04.00 WIB. Penyadapan karet dilakukan pada pagi hari karena di jam-jam itulah sadapan karet didapatkan dalam kualitas baik. Baca selengkapnya.

18Pantai Sembukan (Wonogiri)

Di bagian ini, kami akan menjelaskan sedikit tentang sebuah pantai yang berada di Dusun Sembukan, Kecamatan Parangguripto, Kabupaten Wonogiri ini. Pantai Sembukan adalah destinasi wisata yang cukup terkenal di kalangan spiritualis. Alasannya, pantai ini diselimuti banyak misteri baik dari pemandangan alamnya maupun mitos-mitos yang menyertainya. Pantai ini juga menjadi tujuan para tokoh spiritual dari Kerajaan Surakarta dan Yogyakarta sebagai tempat melakukan aktivitas mereka.

Pantai ini konon merupakan pintu ke-13 Nyi Roro Kidul untuk menghadiri pertemuan dengan para raja Kasunanan Surakarta. Tokoh spiritual berjuluk Sang Ratu Laut Selatan itu memang dipercaya masyarakat sebagai penunggu laut selatan Jawa.

Karakteristik pantai ini adalah mempunyai hamparan pasir putih cukup luas namun dipenuhi karang-karang setinggi bukit-bukit. Tanah sekitar pantai memang banyak mengandung material karst/kapur.

Karang-karang Pantai Sembukan menjadi primadona para penggemar olahraga ekstrem karena cocok digunakan untuk olahraga rock climbing. Banyak orang yang berkunjung ke pantai ini menjajal serunya mendaki bukit karst.

Di lain pihak, sangat tidak disarankan berenang di pantai ini. Pengunjung akan rawan terkena karang-karang kecil yang sangat tajam. Tidak hanya itu, ombak yang melewati pantai ini berukuran besar sehingga sangat membahayakan keselamatan penyelam. Baca selengkapnya.

19Grojogan Melati (Wonogiri)

Destinasi wisata Grojogan Melati berada di Dusun Melati, Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Letak lokasinya berada sekitar tujuh kilometer dari Pasar Krisak atau sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Wonogiri.

Ada tujuh buah air terjun di kompleks wisata yang belum cukup populer ini. Enam air terjun terletak berdekatan, kira-kira hanya berjarak sekitar 100 meter satu dengan lainnya. Keenamnya terletak di satu jalur dan berundak-undak.

Ketujuh air terjun rata-rata berketinggian sekitar 10 meter. Namun, ada satu air terjun tertinggi yang berketinggian sekitar 30 meter.

Dari posisi paling bawah, ketujuh air terjun tersebut bernama Air Terjun Batu Anjlok, Kedung Dandang, Kedung Bunder, Kedung Turuk, Jurang Gandil, Watu Kandang, Padusan, Kali Tangan dan Kali Telu. Mereka semua mempunyai keunikan masing-masing.

Grojogan Melati cocok dikunjungi oleh Anda yang sedang mencari alternatif destinasi wisata alam air terjun. Jika ingin keheningan lebih, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengunjungi tempat ini pada hari kerja. Baca selengkapnya.

20Kebun Teh Kemuning (Karanganyar)

Kebun Teh Kemuning yang berada di Ngargoyoso, Karanganyar, sering menjadi pilihan utama warga Solo Raya yang ingin berakhir pekan di tempat dengan suasana pegunungan. Kawasan yang berada di antara Candi Sukuh dan Candi Cetho ini sering pula dijadikan tempat beristirahat makan siang sebelum atau sesudah menuju dua tempat wisata tersebut.

Selain agrowisata jelajah perkebunan, pengunjung dapat melakukan aktivitas bermain paintball, terjun dengan paralayang, menjelajahi sudut-sudut perkebunan dengan all-terrain vehicle, dan menelusuri lintasan flying fox. Semua fasilitas ini disediakan oleh pengelola warung makan.

Jika tidak ingin menyewa sarana beraktivitas, Anda bisa membawa sepeda gunung Anda menyusuri salah satu dari dua lintasan yang direkomendasikan. Tak perlu khawatir jika tiba-tiba perut Anda keroncongan di tengah-tengah perjalanan karena banyak warung makan tersedia di sepanjang lintasan bersepeda.

Spot wisata Solo lainnya yang cukup terkenal adalah wisata kuliner di warung-warung teh. Segala jenis teh tersedia, mulai dari teh asli dari perkebunan Kemuning hingga teh impor berkualitas tinggi. Semuanya bisa dinikmati dengan harga terjangkau plus pemandangan tiada duanya dari kebun di lereng Lawu ini. Baca selengkapnya.

21Batu Seribu (Sukoharjo)

Kawasan wisata di Sukoharjo ini tergolong sebagai paket wisata alam komplit yang terdiri dari wisata alam sendang, pemandian, pegunungan, lembah, dan hutan wisata. Akses ke Taman Batu Seribu cukup menantang dan mengesankan. Anda akan ditemani pemandangan ribuan pohon jati di kanan-kiri jalan menuju Batu Seribu.

Taman Batu Seribu menempati lahan seluas kira-kira 2,5 hektare. Tempat wisata ini direkomendasikan untuk dikunjungi bersama dengan keluarga. Fasilitas-fasilitas yang ada sebagian besar bisa diakses dengan aman oleh anak-anak; bumi perkemahan, panggung kesenian, sendang pemandian, dan kolam renang.

Kolam pemandian yang terletak tepat di atas sendang terbuka untuk umum. Sumber airnya didapat dari perbukitan sehingga terasa sejuk, jernih, dan bersih. Kabar yang beredar, orang yang mandi dengan air itu bisa sembuh dari berbagai macam penyakit.

Sebuah mitos yang beredar di masyarakat mengatakan bahwa ikan lele putih yang mendiami sendang sebenarnya adalah perwujudan dari Kyai Truno. Maka dari itu, masyarakat sekitar Batu Seribu mengkeramatkan lele-lele berwarna putih tersebut. Baca selengkapnya.

22Air Terjun Segoro Gunung (Karanganyar)

Banyaknya air terjun di Kabupaten Karanganyar tak lepas dari kehadiran sebuah Gunung Lawu. Dari sela-sela bukitnya, muncul banyak mata air yang tidak sedikit di antaranya menjadi air terjun karena debit airnya dahsyat. Air terjun juga bisa muncul dari aliran sungai yang turun ke bawah.

Kali ini, kami akan membahas sebuah air terjun di Desa Segoro Gunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Air terjun setinggi 20 meter ini berasal dari mata air parang.

Sesungguhnya, belum ada banyak hal yang bisa diceritakan dari lokasi wisata ini lantaran baru-baru saja ditemukan kembali. Pemerintah daerah dibantu tenaga swadaya masyarakat sedang berupaya memajukan kawasan ini agar semakin terkenal di kalangan pencinta wisata air terjun.

Sebagai poin plus dari kurang familiarnya lokasi wisata ini, keadaan sekitarnya masih natural minim campur tangan manusia. Susunan batu-batu kali yang tertata rapi secara alami serta aliran air yang deras hingga tampak berwarna putih ketika terekam kamera adalah suatu kemewahan alam yang ditawarkan grojogan ini.

Objek wisata lainnya di sekitar air terjun adalah bumi perkemahan, Gua Jepang, dan perkebunan stoberi serta teh. Bumi perkemahan sering dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, pencinta alam, atau anggota Pramuka untuk melakukan aktivitas rutin mereka. Sedangkan sebuah gua yang ada di dekat air terjun konon adalah gua yang digunakan pasukan Jepang saat menjajah Indonesia. Baca selengkapnya.

23Sendang Pinilih (Sukoharjo)

Kadang-kadang, ungkapan apalah arti sebuah nama berlaku. Seperti misalnya, nama kawasan wisata Sendang Pinilih yang terletak di Sawah Jero, Jangglengan, Nguter, Sukoharjo ini. Sendang dalam bahasa Jawa artinya adalah mata air tetapi ternyata air di Sendang Pinilih bukan berasal dari mata air.

Baca :   Akulturasi Budaya Jawa-Eropa dalam Bentuk Istana, Keraton Mangkunegaran

Sendang Pinilih sejatinya hanyalah wisata air buatan yang berbentuk kolam renang. Bukan berasal dari mata air, air Sendang Pinilih diambil dari sumur bor.

Ada tiga buah kolam renang dan satu kolam ikan yang menjadi fokus utama jualan tempat wisata ini. Ketiga kolam renang mempunyai kedalaman bervariasi; 0,5 meter, satu meter, dan dua meter. Pihak pengelola menyediakan ban dan pakaian renang yang dapat disewa pengunjung. Baca selengkapnya.

24Waduk Mulur (Sukoharjo)

Waduk Mulur adalah sebuah waduk yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Belakangan, tepatnya awal tahun 2000, waduk yang sudah lama tak dipergunakan ini diaktifkan kembali untuk keperluan cadangan irigasi.

Fungsi lainnya dari Waduk Mulur yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo adalah fungsi sebagai objek wisata unggulan. Memancing dijadikan atraksi utama penarik wisatawan Waduk Mulur. Pehobi memancing sangat menyukai Waduk Mulur karena merupakan habitat beragam jenis ikan.

Bagi pemancing, Waduk Mulur adalah rumah dari ikan predator jenis toman. Ikan yang masuk dalam keluarga snakehead ini selalu memberikan tantangan tersendiri bagi tiap pemancing yang mencoba menangkapnya.

Waduk Mulur adalah lokasi petani karamba mencari penghasilan. Anda bisa melihat aktivitas mereka serta membeli ikan langsung dari para petani ikan ini. Selain toman, ikan yang dijual adalah gurame, jambal, dan nila.

Fasilitas lain yang ditawarkan pariwisata Waduk Mulur adalah bumi perkemahan, tempat latihan panahan, lapangan tenis, dan warung lesehan. Baca selengkapnya.

25Cemoro Kandang (Karanganyar)

Cemoro Kandang adalah salah satu dari jalur pendakian Gunung Lawu. Jalur ini diakses dari Jawa Tengah sedangkan Cemoro Sewu diakses dari Jawa Timur. Keduanya hanya berjarak 200 meter dari pos awal pendakian tetapi telah masuk daerah adminstrasi provinsi yang berbeda.

Cemoro Kandang menjadi jalur primadona pendaki pemula karena lintasannya landai. Walau begitu, pendaki membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai puncak Lawu, Hargo Dumilah.

Jalur pendakian Cemoro Kandang terdiri dari lima pos. Setiap pos mempunyai keunikan tersendiri. Ada pos yang menawarkan keindahan alam, ada juga pos yang berisi peninggalan sejarah. Beberapa spot juga sering digunakan untuk kegiatan spiritual yang masih marak dipraktikkan orang-orang sekitar Gunung Lawu. Baca selengkapnya.

26Deles Indah (Klaten)

Deles Indah adalah sebuah perbukitan di Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten. Letaknya yang di sebelah timur kaki Gunung Merapi membuatnya terpilih sebagai tempat mengamati aktivitas vulkanik Merapi. Dua CCTV dipasang di Deles Indah dan Pasar Bubar oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta khusus untuk kegiatan penelitian ini.

Posisi Deles Indah memberikan keuntungan bagi siapa pun yang mengunjunginya untuk melihat pemandangan menakjubkan dari atas bukit. Anda dapat melihat dengan jelas Rawa Jombor, dua pabrik gula (PG Gondang Baru dan PG Ceper Baru), serta Kota Klaten.

Di sini, juga terdapat beberapa peninggalan sejarah yang layak kunjung. Mereka adalah Makam Kyai Mlayopati, bekas pesanggrahan Paku Buwana X, dan Gua Sapuangin yang sering dijadikan tempat semedi. Taman Ngajaran, Bukit Petung, Sendang Kali Reno, dan Taman Pring Cendani adalah spot-spot wisata yang ada di Deles Indah. Baca selengkapnya.

27Goa Sari Ngargoyoso (Karanganyar)

Tempat wisata yang akan kami bahas dalam sesi ini adalah sebuah gua buatan seorang guru. Gua ini terletak di Dukuh Ngranten, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Tak heran, gua ini dinamai Goa Sari Ngargoyoso sesuai tempatnya berpijak.

Gua ini dibangun selama tiga tahun oleh Sunarto. Dia memanfaatkan lahan rumahnya, bahkan lahan bawah tanah rumahnya, untuk digali dan dijadikan gua. Panjang gua sekitar 40 meter, tinggi sekitar tiga meter.

Sunarto mempunyai tanah seluas 8.000 meter yang tidak semuanya dijadikan gua buatan. Selain digunakan untuk tempat tinggal, Sunarto juga membuka atraksi wisata lainnya seperti outbond, flying fox, ATV, offroad jeep, trail adventure, bola air, egrang, kolam renang, dan permainan tali.

Anda juga bisa melakukan river tubing di Banyu Bening Arena, tak jauh dari Goa Sari. Rute river tubing yang disediakan sekitar 200 meter. Akan tetapi, rute itu bisa disesuaikan dengan keinginan dan kondisi peserta. Jika merasa lapar, Anda bisa memesan makanan di Goasari Resto. Baca selengkapnya.

28Monumen Lahan Kritis (Karanganyar)

Di sebuah desa bernama Sukosari yang terletak di daerah Jumantono, Karanganyar, ada sebuah monumen yang bertujuan untuk mengingatkan generasi penerus tentang pentingnya pelestarian Sumber Daya Alam.

Monumen itu berupa sebidang tanah kritis yang diawetkan. Tanah kritis tersebut adalah tanah di Desa Jumantono sebelum dilakukan konservasi tanah dan air. Sebuah langkah nyata dalam memelihara dan melestarikan tanah telah dilakukan oleh pemerintah serta penduduk setempat untuk memulihkan kondisi lahan kritis di Jumantono sehingga menjadi subur seperti saat ini.

Lokasi wisata yang sering dikunjungi peneliti ini juga menyediakan kolam pemancingan, rumah joglo, dan bangku-bangku untuk bersantai. Baca selengkapnya.

29Agrowisata Kebun Buah Jumantono (Karanganyar)

Kebun Buah Joglo Jumantono terletak di Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Kebun buah ini menjadi rumah dari banyak buah-buahn tropis siap petik.

Anda dapat berjalan-jalan santai di kebun buah, memetik buah-buahan segar, sekaligus langsung membelinya. Sebaiknya, Anda mengecek musim buah dahulu untuk mengetahui buah yang layak petik saat Anda berkunjung ke sana.

Primadona kebun buah Jumantono adalah buah durian. Citarasa durian Jumantono manis dan dagingnya tebal. Uniknya, Anda tidak harus membeli durian di tempat agrowisata akan tetapi bisa juga memetik dan membeli dari rumah penduduk setempat.

Kebun Buah Joglo Jumantono cocok dikunjungi Anda yang ingin mengadakan piknik di luar ruangan ditemani dengan bekal buah bernutrisi tinggi.

Tidak hanya durian saja yang dikembangbiakkan dan dijual di sini. Baca selengkapnya.

30Telaga Sarangan (Magetan)

Telaga Sarangan telah dikenal sebagai tempat wisata alam berhawa sejuk menyenangkan. Jika Anda kegerahan dengan udara panas di kota pada hari kerja, bersantai sehari-dua hari di Telaga Sarangan mungkin solusi tepat untuk Anda.

Suhu udara di Telaga Sarangan berkisar antara 18 hingga 25 derajat Celcius. Suhu nyaman inilah yang menjadikan telaga ini objek wisata pilihan saat libur sekolah atau libur akhir tahun.

Telaga Sarangan adalah sebuah cekungan berisi air berkedalaman 28 meter. Luas telaga sekitar 30 hektare.

Anda dapat mengelilingi telaga dengan memanfaatkan kuda sewaan yang dipelihara warga. Sementara jika ingin mengarungi telaga, ada pilihan naik perahu motor atau becak air.

Fasilitas pendukung kegiatan wisata alam Telaga Sarangan telah dibangun lengkap. Akomodasi berupa hotel berbintang, hotel melati, dan pondok wisata tersedia. Kios cinderamata, pasar wisata, tempat bermain, restoran dengan kuliner khas lokal, dll. telah tersedia.

Jika Anda seorang yang senang dengan ritual kebudayaan, datanglah pada 1 Muharram, tiap-tiap Jumat Pon bulan Ruwah, atau malam pergantian tahun baru. Warga setempat akan mengadakan acara-acara khusus berkaitan dengan tanggal tersebut. Apa saja ritual kebudayaan dan prosesi melakukannya? Baca selengkapnya.


31Bendungan Gonggang/Waduk Poncol (Magetan)

Bendungan Gonggang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Magetan sejak tahun 1995. Fasilitas publik yang juga sering disebut Waduk Poncol ini dibuat dengan terlebih dahulu membebaskan lahan dengan cara transmigrasi bedol desa. Wadul Poncol kemudian diresmikan pada tanggal 15 Juni 2012.

Waduk Poncol mendapatkan sumber airnya dari Sungai Gonggang, anak dari Sungai Madiun. Panjangnya sekitar 234 meter dengan dalam 60 meter serta luas 11,2 hektare. Waduk ini mampu menampung air hingga 22 juta meter kubik. Setiap hari, Bendungan Gonggang menyuplai air domestik sebanyak 50 liter per jiwa.

Pemkab Magetan memosisikan Waduk Poncol, selain sebagai sarana pemenuhan air baku dan irigasi, sebagai destinasi wisata terusan dari Telaga Sarangan. Bendungan ini dijadikan tempat wisata rekreasi memancing dan sekadar bersantai.

Fasilitas pendukung yang telah disediakan adalah toilet, mushola, serta gazebo. Sebagai proyek pembangunan yang berhasil, Waduk Poncol memiliki banyak manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Baca selengkapnya.

32Air Terjun Tirtosari (Magetan)

Lokasi wisata berikut ini terletak sekitar 2,5 kilometer dari Telaga Sarangan. Air terjun Tirtosari berketinggian sekitar 50 meter. Untuk mencapai lokasinya, Anda harus berjalan kaki atau berkuda mulai dari tempat parkir. Jalanan yang akan Anda lewati sangat terjal sehingga Anda membutuhkan tongkat kayu untuk membantu mendaki jalan tersebut.

Air terjun Tirtosari berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan air laut, tepatnya di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Keunikan tempat wisata ini adalah keberadaan dua tangga beton di kanan dan kiri air terjun yang seakan-akan mengapit air terjun. Jika Anda memfoto air terjun ini dari bawah di saat yang tepat, air terjun tampak simetris. Pada saat-saat tertentu, muncul pelangi yang semakin memperindah air terjun Tirtosari.

Air terjun ini mempunyai sebuah mitos yang membuat pengunjung penasaran. Tirtosari juga bukan satu-satunya air terjun di Kabupaten Magetan. Ingin tahu mitos Air Terjun Tirtosari dan air terjun-air terjun lainnya di Magetan? Baca selengkapnya.

33Waduk Delingan (Karanganyar)

Waduk Tirtomarto Delingan dibangun pada tahun 1920 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Tiga tahun kemudian, tahun 1923, waduk seluas 47 hektare ini baru selesai dibangun. Kemudian, tanggal 8 Maret 1999, Waduk Delingan diperbaiki tubuh bangunannya dan pintu pelimpahan air waduknya.

Lokasi waduk yang cukup dekat dengan Wana Wisata Gunung Bromo membuat lingkungan waduk berhawa sejuk, tidak panas jika siang hari. Maka dari itu, lokasi sekitar waduk sering dimanfaatkan warga untuk berolahraga pagi. Pemandangan berupa bukit, lahan pertanian, dan pepohonan, membuat tempat ini layak dikembangkan menjadi tempat wisata.

Waduk Delingan mulai terkenal di kalangan pemburu fotografi sunrise alias matahari terbit. Anda yang hobi fotografi tentunya tidak akan melewatkan kesempatan memburu foto panorama bagus di Waduk Delingan. Baca selengkapnya.

34Bukit Sekipan (Karanganyar)

Bukit Sekipan (Kitpan) berada di lembah Gunugn Lawu, Sekipan, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar. Lokasi wisata ini menawarkan wisata hutan dan perkemahan.

Sejak jaman penjajahan Belanda, lokasi ini sudah terkenal sebagai tempat perisitirahatan. Tentara Nasional Indonesia pernah menjadikan Kitpan sebagai lokasi latihan menembak.

Kitpan mudah dijangkau oleh kendaraan umum maupun pribadi. Sejumlah vila di Kitpan telah berfasilitas lengkap. Hotel berbintang juga ada di Kitpan. Banyaknya akomodasi lux ini menunjukkan bahwa Kitpan cocok dikunjungi Anda yang perlu tempat beristirahat, jauh dari keramaian dan panas terik kota, di akhir pekan.

Kitpan sebagai bumi perkemahan telah menyediakan fasilitas outbond. Total 3.000 meter persegi area outbond diisi pula oleh atraksi jembatan goyang, flying fox, kolam ikan, kolam renang, trampolin, rumah Joglo, dll. Baca selengkapnya.

35Kebun Stroberi Kalisoro & Kebun Salak Lawu (Karanganyar)

Tawangmangu adalah sebuah kawasan di Karanganyar yang terkenal sebagai penghasil stroberi. Karena terletak di tempat yang bersuhu udara sejuk, stroberi berkembang biak dengan baik di kawasan ini.

Kebun Stroberi di Desa Kalisoro membuka agrowisata sekaligus wisata edukasi stroberi sejak tahun 2001. Anda dapat membeli stroberi dengan cara memetik langsung dari pohonnya. Anda bisa memakan stroberi sepuasnya di kebun stroberi ini.

Kebun Stroberi Kalisoro merupakan tempat wisata tepat untuk piknik bersama keluarga. Lokasinya yang fotogenik juga bisa dijadikan latar ajang foto-foto bersama.

Masih di Tawangmangu, ada sebuah kebun salak di Desa Sepanjang yang cukup terkenal. Kebun tersebut menawarkan Salak Lawu yang berbeda dengan salak jenis lainnya. Baca selengkapnya.

36Air Terjun Parang Ijo (Karanganyar)

Air terjun Parang Ijo terletak di Desa Girimulyo, lereng Gunung Lawu, Karanganyar. Lokasinya sekitar 20 menit dari kompleks Candi Cetho.

Kata parang dalam bahasa setempat berarti tebing, sedangkan iho didapat dari warna batang pohon tumbang yang lapuk karena ditumbuhi lumut. Parang Ijo mempunyai arti berwarna hijau di antara dua tebing dilihat dari arti kata dan kisah tentang terbentuknya air terjun itu.

Baca :   Mendalami Sejarah Batik di Museum Batik Danar Hadi Solo

Fasilitas pendukung wisata Parang Ijo cukup lengkap yaitu terdiri dari tempat ibadah, penginapan, warung makan, area permainan, dan area flying fox. Menariknya, di sekitar air terjun, Anda akan menemukan altar persembahan umat agama Hindu. Altar ini merupakan peninggalan jaman dahulu kala lengkap dengan arca Dewi Saraswati dan Lingga Yoni.

Air terjun Parang Ijo terkenal karena sebuah pohon tumbang yang menghalangi aliran air terjun. Kisah tentang pohon tumbang hingga munculnya air terjun Parang Ijo cukup panjang. Baca selengkapnya.

37Kali Pusur (Klaten)

Kali Pusur di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, menjanjikan kegiatan wisata alam riverboarding. Kegiatan riverboarding biasanya ditawarkan oleh wisata alam di Jawa Barat dan Jawa Timur. Kali Pusur adalah salah satu di Jawa Tengah yang menyediakan kegiatan wisata air menantang ini.

Sedikit menyinggung tentang riverboarding, kegiatan ini mengajak Anda mengarungi jeram sungai dengan menggunakan papan. Anda bisa merasakan adrenalin Anda memuncak saat melihat-lihat pemandangan alam dari media papan yang terus melaju mengikuti arus sungai.

Riverboarding di Kali Pusur dinilai sangat aman untuk pemula. Bahkan, Anda yang belum bisa berenang bisa berpartisipasi. Kali Pusar tergolong dangkal dan tingkat kesulitan medan tidak berbahaya sehingga aman untuk pemula.

Anda bisa melakukan riverboarding dengan menghubungi PASMAJA Riverboarding. Baca selengkapnya.

38Pemandian Jolotundo (Klaten)

Mata air Jolotundo terletak di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Pemandian umum seluas 220 meter persegi ini sering digunakan masyarakat untuk menjalani ritual padusan.

Pemandian umum Jolotundo terdiri dari tiga kolam renang umum dengan kedalaman bervariasi. Pengelola tidak pernah memberikan kaporit ke dalam kolam renang sehingga airnya masih murni.

Pemandian Jolotundo mempunyai legenda berkaitan dengan cerita Roro Amis. Pemandian ini pun pernah dikunjungi oleh Sunan Paku Buwana X untuk bersuci.

Sebuah batu unik di sekitar kompleks pemandian seluas 500 meter persegi itu disebut tepak Bisma. Masyarakat percaya, batu tersebut pernah diinjak oleh salah satu ksatria dalam kisah pewayangan Jawa, Bisma. Baca selengkapnya.

39Umbul Kapilaler (Klaten)

Umbul Kapilaler adalah destinasi wisata alam Klaten yang cocok dikunjungi oleh Anda yang ingin menyegarkan tubuh. Umbul ini terletak di sebelah Umbul Sigedang (sumber mata air untuk AQUA).

Umbul Kapilaler sering disebut masyarakat sebagai umbul wadon (wanita), sementara Umbul Sigedang merupakan umbul lanang (laki-laki). Pada mulanya, hanya orang dengan jenis kelamin bersangkutan yang boleh mandi di Umbul Kapilaler atau Umbul Sigedang. Namun, peraturan itu tidak berlaku sekarang.

Mau tau apa yang bisa Anda lakukan di Umbul Kapilaler? Baca selengkapnya.

40Lepen Kencono (Klaten)

Lepen Kencono cocok dikunjungi keluarga karena terdapat wahana permainan untuk anak-anak yang berhubungan dengan wisata air. Lepen dalam bahasa Jawa berarti sungai. Lepen Kencono memang merupakan sebuah sungai yang mendapat aliran dari mata air Sigedang.

Wisatawan gratis masuk ke Lepen Kencono. Baca selengkapnya.

41Wisata Serbaikan Janti (Klaten)

Destinasi wisata pemancingan dan kulliner serbaikan Janti mulai populer di tahun 1980-an. Seorang warga memutuskan untuk mendirikan sebuah warung makan kuliner serbaikan di atas kolam pemancingan yang dimilikinya.

Kesuksesan usahanya membuat beberapa warga lainnya terinspirasi. Kini, Janti adalah rumah dari puluhan warung makan serbaikan dan kolam pemancingan.

Tidak hanya memancing dan makan ikan saja, Anda bisa menikmati fasilitas karaoke, kolam renang, dan arena bermain anak. Baca selengkapnya.

42Curug 7 Bidadari (Semarang)

Destinasi wisata kali ini adalah Curug 7 Bidadari (Air Terjun Tujuh Bidadari) di Desa Keseneng, Sumowono, Semarang. Di tempat wisata ini, ada tujuh air terjun berukuran berbeda yang terbagi dalam tiga tingkatan.

Semua air terjun di Curug 7 Bidadari berasal dari mata air Gunung Ungaran. Airnya jernih, segar, dan bersih. Tujuh kolam berukuran bervariasi terbentuk secara alami sebagai tempat penampungan air terjun.

Di atas curug, terdapat sebuah mata air yang dinamakan Kedung Wali. Mata air tersebut dipercaya airnya berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit, mempercantik wajah, dan membuat orang selalu tampak muda.

Sebuah sumur tua di sekitar curug dipercaya isinya juga bisa membuat seseorang awet muda. Selain tujuh curug yang disebut curug bidadari itu, ada sebuah curug yang mempunyai dua tingkatan air. Curug tersebut dinamakan Kedung Muning. Aliran air dari Kedung Mungin bertemu dengan aliran air dari Curug 7 Bidadari.

Legenda Curug 7 Bidadari dapat dibaca selengkapnya di sini.

43Pemandian Air Panas Cumpleng (Tawangmangu)

Pemandian Air Panas Cumpleng terletak di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu. Pemandangan alam dilihat dari pemandian ini luar biasa indah karena dekat dengan bukit Argo Tiloso.

Warga yang sering berendam di pemandian ini menyukai kadar belerangnya yang bisa menyembuhkan penyakit kulit. Pemandian ini merupakan sumber air hangat alami yang sudah dikelola dengan baik.

Objek wisata Cumpleng bisa dikunjungi setelah Anda mengadakan wisata ziarah ke Astana Mangadeg. Baca selengkapnya.

44Sapta Tirta Pablengan (Karanganyar)

Kawasan wisata Sapta Tirta Pablengan terdapat di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Kawasan seluas satu hektare ini mempunyai atraksi utama berupa tujuh mata air yang mempunyai karakteristik dan legenda masing-masing.

Tujuh mata air tersebut mempunyai julukan berdasarkan kegunaannya. Ketujuh mata air tersebut disebut Mata Air Bleng, Mata Air Urus-urus, Mata Air Soda, Mata Air Kesakten, Mata Air Hidup, Mata Air Hangat, dan Mata Air Mati.

Kompleks wisata Sapta Tirta Pablengan juga merupakan tempat peninggalan dari Mangkunegoro VI. Enam bilik kamar mandi Keputren dan pemandian putri keraton adalah peninggalan dari salah satu kerajaan yang berkuasa di Surakarta itu.

Masih di kompleks yang sama, Pangeran Samber Nyowo pernah bersemedi di sekitar kompleks ini saat melawan penjajah Belanda. Mau tahu khasiat-khasiat setiap mata air di Pablengan serta mengenal lebih jauh peninggalan sejarahnya? Baca selengkapnya.

45Taman Satwa Taru Jurug (Surakarta)

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) merupakan satu-satunya kebun binatang publik yang dikelola pemerintah di Kota Surakarta. TSTJ berawal dari koleksi binatang buruan kerabat Mangkunegaran. Cikal bakal TSTJ bernama Bon Rojo (kebun milik raja dalam bahasa Jawa) dan berlokasi di sekitar Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari.

TSTJ kini terletak di Jalan Ir. Sutami nomor 109, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. TSTJ menyimpan koleksi hewan sekitar 200 spesies antara lain landak, merak hijau, siamang, gajah, unta, kijang, dan harimau Sumatra. Keberadaan kini menjadi salah satu tengara paling dikenal warga Surakarta.

TSTJ bukan hanya dijadikan tempat menangkarkan dan mengembangbiakkan spesies binatang saja tetapi juga tempat menyelenggarakan beberapa acara. Salah satu festival tahunan paling terkenal adalah Gethek. Baca selengkapnya.

46Taman Kota (Klaten)

Taman kota menyajikan sebuah wahana wisata alam yang terintegrasi dengan kehidupan urban. Destinasi wisata taman kota dianggap sebagai sebuah solusi yang praktis di kala perlu break dari rutinitas namun tidak mempunyai banyak waktu untuk perjalanan ke tempat wisata yang jauh dari kawasan perkotaan.

Pemerintah Kota Klaten membangun taman-taman kota sebagai paru-paru kota dan tempat rekreasi warga. Dengan taman kota, Anda tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati suasana sejuk di bawah pepohonan rindang. Setidaknya, ada lima taman kota di Klaten yang sering digunakan warga untuk beraktivitas. Mereka adalah Taman Kota Klaten, Taman Lampion, Taman Hutan Kota Sungkur, Taman Hutan Kota Gergunung, dan Taman Stadion Trikoyo. Baca selengkapnya.

47Bukit Gantole (Wonogiri)

Sebuah bukit di Pegunungan Sewu, di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, lambat laun dikenal masyarakat sebagai sebuah tempat wisata alam setelah sering digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan paralayang baik daerah maupun internasional. Bukit bernama asli Bukit Joglo ini sering disebut oleh warga Wonogiri sebagai Bukti Gantole.

Bukit Gantole Wonogiri terdiri dari dua bukit yang menawarkan pemandangan berbeda. Bukit Gantole Atas, terletak di ketinggian 400 meter dari permukaan air laut, direkomendasikan untuk Anda yang ingin melihat atlet paralayang beraktivitas. Sedangkan Bukit Gantole Bawah, terletak di ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan air laut, menyajikan pemandangan lepas ke arah Waduk Gajah Mungkur.

Akses jalan ke Bukit Gantole cukup susah karena jalanannya terjal. Keadaan ini ditambah dengan tikungan jalan yang tajam dan jalanannya yang sempit. Saat melintasi jalur menuju bukit, kadang-kadang ada truk pengangkut batu kapur yang sedang menuruni bukit, membuat perjalanan semakin menegangkan.

48Taman Balekambang (Surakarta)

Ruang publik di Kota Solo ini telah ada sejak 26 Oktober 1921. Sebelum dibuka untuk umum, Taman Balekambang dibuat oleh KGPAA Mangkunegoro VII untuk kedua putrinya. Mereka bernama GRAy Partini Husein Djayadiningrat dan GRAy Partinah Sukanta. Hingga kini, Taman Balekambang mempunyai dua bagian taman yang dinamakan sesuai nama dua anak raja tersebut.

Partini Tuin adalah bagian pertama Taman Balekambang. Kolam besar dan dua buah balai terdapat di bagian ini. Keluarga kerajaan dulu sering bercengkerama di Bale Apung. Nama Bale Apung menjadi cikal-bakal nama tempat ini yaitu Balekambang. Ternyata, jika dilihat dari kejauhan, Bale Apung terlihat seperti mengambang.

Bagian kedua Taman Balekambang dinamakan Partinah Bosch. Di sini, terdapat flora langka seperti beringin sungsang, beringin putih, dan kenari. Hewan seperti kera, angsa, dan rusa juga dilepas bebas dan dapat diajak berinteraksi.

Pada tahun 2012, komunitas pencinta reptil meresmikan Taman Reptil Balekambang. Taman ini berlokasi di bagian paling belakang taman. Tempat ini dikelola oleh komunitas tersebut.

Taman Balekambang kini digunakan masyarakat Solo untuk bersantai menikmati udara segar dari pepohonan dan kolam yang menyejukkan. Pemerintah Kota Surakarta, mulai dari tahun 2007, telah berhasil menghapus citra negatif taman ini sebelum dibuka kembali. Sejumlah acara seni budaya juga digelar di sini termasuk pertunjukan wayang orang, musik keroncong, dan konser tembang kenangan.

49Pantai Banyutowo (Wonogiri)

Objek wisata Pantai Banyutowo terletak di Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Di lokasi ini, tidak hanya terdapat satu pantai saja tetapi juga beberapa pantai lainnya seperti Pantai Kijingan, Pantai Pringjawa, Pantai Mbut Manis, dan Watu Miring.

Meskipun pantai ini terletak berbatasan langsung dengan laut, tetapi air di pantai terasa tawar sebagai akibat aliran air yang bersumber dari bawah tanah. Aliran air sungai bawah tanah ini bermuara di tepi Pantai Banyutowo. Maka dari itu, nama pantai yang berarti air tawar dalam bahasa Jawa sesuai dengan kenyataan kondisi air di lapangan.

Wilayah sekitar pantai dipenuhi dengan bukit karst dan batu karang. Hamparan bukit karst yang terbentang sepanjang pantai semakin menambah keunikan pantai ini.

Pantai Banyutowo terletak sekitar empat jam perjalanan dari pusat Kota Wonogiri. Tempat ini rekomended untuk dikunjungi wisatawan yang ingin ke pantai untuk mencari ketenangan karena suasananya relatif sepi dari keramaian manusia.

50Air Terjun Girimanik Setren (Wonogiri)

Kabupaten Wonogiri mempunyai objek wisata air terjun di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo. Objek wisata tersebut dinamakan Air Terjun Girimanik. Sejatinya, air terjun tersebut terdiri dari tiga air terjun dengan nama dan ketinggian berbeda-beda. Akan tetapi, sumber air mereka sama-sama berasal dari sisi selatan Gunung Lawu di kawasan wisata Girimanik.

Ketiga air terjun yang membentuk Air Terjun Girimanik adalah Air Terjun Manikmoyo (berketinggian 70 meter), Condromoyo (berketinggian 30 meter), dan Tejomoyo.

Air terjun ini adalah lokasi diadakannya upacara adat Susuk Wangan. Tak jauh dari Air Terjun Manikmoyo, ada petilasan Raden Mas Said yang dinamakan Batu Resi. Petilasan yang dianggap sakral itu kemungkinan besar digunakan Raden Mas Said untuk bersemedi. Pengelola tempat wisata juga menyediakan bumi perkemahan.


Sewa mobil di Solo sekarang jadi mudah dengan aplikasi DOcar – Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda. Unduh aplikasi DOcar tanpa dipungut biaya alias GRATIS di Google PlayStore. Pastikan Anda membagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda jika Anda mendapati artikel ini menambah wawasan umum Anda; karena ilmu tidak akan habis walau dibagi.