Santai di Pantai Ngliyep, Pantai yang Bikin Ngantuk

Santai di Pantai Ngliyep, Pantai yang Bikin Ngantuk

0
Gunung Kombang Pantai Ngliyep
Gunung Kombang Pantai Ngliyep

Fakta Cepat Mengenai Pantai Ngliyep:

sewa mobil online
  1. Kawasan Pantai Ngliyep luasnya sekitar 10 hektare
  2. Lokasi diadakannya acara labuhan setiap tanggal 14 bulan Maulud
  3. Spot wisata menarik di antaranya Teluk Putri

Selayang Pandang

Pantai Ngliyep berlokasi di tepi Samudera Hindia. Secara administratif, lokasi pantai berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Dari pusat Kota Malang, pantai tersebut berjarak sekitar 62 kilometer.

Seorang perantau asal Yogyakarta, Mbah Atun, konon disebut-sebut sebagai penemu Pantai Ngliyep. Pantai ini konon katanya ditemukan pada tahun 1919 olehnya. Baru pada tahun 1951, pantai ini dibuka untuk tempat wisata. Melihat fakta tersebut, maka pantai ini sejatinya lebih dahulu dikenal wisatawan daripada Pantai Sendangbiru (1970) dan Pantai Balekambang (1978).

Bikin Wisatawan Ngantuk

Suasana di Pantai Ngliyep sangat nyaman sehingga membuat para wisatawan mengantuk dan bahkan tertidur. Dari sinilah, muncul istilah dalam bahasa Jawa “liyep-liyep” yang artinya mengantuk. Rimbunnya pepohonan ditambah dengan angin sepoi-sepoi membuat suasana tersebut nyaman untuk bersantai.

Baca :   Taman Wisata Selorejo : Destinasi Wisata Tepat Liburan Pelepas Lelah

Di sekitar pantai, terdapat beberapa spot wisata yang menarik dikunjungi. Wisatawan bisa mengunjungi sebuah pulau kecil bernama Gunung Kombang. Di pulau tersebut, terdapat sebuah petilasan yang biasa dikunjungi pada saat Labuhan.

Kemudian, ada sebuah teluk bernama Teluk Putri. Teluk tersebut bisa dicapai dengan cara berjalan kaki naik ke atas bukit yang tidak terlalu tinggi. Asal muasal nama Teluk Putri adalah dari hamparan pasir putih bersih sehalus kulit para putri. Hamparan pasir ini luasnya hanya sekitar 100 meter dan tebalnya kurang lebih 40 cm. Gelombang laut di kawasan ini cukup besar dan ganas sehingga para pengunjung tidak diperbolehkan mendekati bibir pantai.

Baca :   Melihat Gunung Mengelilingi Waduk Selorejo

Labuhan Masih Dilestarikan

Acara Labuhan diadakan di Pantai Ngliyep setiap tanggal 14 bulan Maulud (Rabiulawal). Karena itulah, pada hari tersebut, pantai akan menjadi lebih ramai daripada biasanya. Ritual tahunan ini telah diadakan turun-temurun semenjak masa Mbah Atun.

Saat Labuhan berlangsung, masyarakat adat Jawa (Kedungsalam) akan menyembelih kambing atau sapi untuk selamatan. Sebagian daging kambing atau sapi tadi kemudian disedekahkan kepada masyarakat sekitar pantai. Sebagian lainnya ditebarkan ke tengah laut atau istilahnya dilarung. Selain menyembeli binatang ternak, masyarakat juga membawa beraneka ragam sesaji. Para pengawal berpakaian adat lengkap mengarak sesaji ini menuju Gunung Kombang dari pesanggrahan Ngliyep dengan rute melewati jembatan. Kesenian jaranan mengiringi ritual Labuhan ini.

Rute Menuju Pantai Ngliyep

Wisatawan bisa memilih satu di antara dua rute menuju Pantai Ngliyep. Saat ini, akses ke pantai sangat mudah dan nyaman karena jalan menuju pantai telah diaspal. Bahkan, wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum mikrolet menuju lokasi.

Baca :   Batu Night Spectacular : Wisata Malam di Taman Hiburan Megah di Malang

Rute 1 : Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Malang Kota – Kepanjen – Pagak – Donomulyo – Pantai Ngliyep (jarak tempuh lebih singkat, jalan tidak terlalu menanjak)

Rute 2 : Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Malang Kota – Karang kates – Donomulyo – Pantai Ngliyep (jarak tempuh lebih lama, jalan berkelok dan menanjak, pemandangan lebih indah)


Sewa mobil di Malang sekarang jadi mudah dengan aplikasi DOcar – Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda. Unduh aplikasi DOcar tanpa dipungut biaya alias GRATIS di Google PlayStore. Pastikan Anda membagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda jika Anda mendapati artikel ini menambah wawasan umum Anda; karena ilmu tidak akan habis walau dibagi.


sewa mobil online