Candi Bumiayu : Situs Peninggalan Agama Hindu di Sumatra Selatan

Candi Bumiayu : Situs Peninggalan Agama Hindu di Sumatra Selatan

0
Candi Bumi Ayu
Candi Bumi Ayu

Fakta Cepat Mengenai Candi Bumiayu:

sewa mobil online
  1. Satu-satunya kompleks percandian di Sumatra Selatan
  2. Ditinggalkan masyarakat karena gelombang masuknya Islam sekitar abad ke-16
  3. Ditemukan kembali tahun 1864 oleh E. P. Tombrink
  4. Terdapat sembilan bangunan candi yang sudah ditemukan hingga saat ini
  5. Masyarakat sudah tidak ingat lagi fungsi Candi Bumiayu karena sempat terkubur

Selayang Pandang

Candi Bumiayu terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan. Candi ini merupakan peninggalan agama Hindu yang sempat terkubur di dalam tanah sebelum ditemukan kembali. Adalah E. P. Tombrink, seorang peneliti, yang menemukan candi ini tahun 1864. Candi tersebut ditemukan di sekitar pesisir Sungai Lematang. Dari kota Muara enim, candi ini berjarak sekitar 85 kilometer.

Istilah Candi Meminjam Istilah yang Dipakai Masyarakat Jawa

Baca :   Museum Negeri Balaputera Dewa Simpan Koleksi Arkeologi Tiga Zaman

Sebelum ditemukan, penduduk Bumiayu tidak mengenal istilah “candi”. Istilah ini diambil dari bahasa Jawa untuk menggantikan kata “kuil” dari agama Hindu atau Buddha. Menurut R. Soekmono (1974), orang Jawa yang mewarisi candi-candi tidak lagi menganggap candi tersebut sebagai peninggalan agama Hindu tetapi sebagai bangunan pemakaman atau penanaman abu jenazah.

Satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatra Selatan

Kompleks Candi Bumi Ayu adalah satu-satunya kompleks percandian di Sumatra Selatan. Kompleks percandian ini disebut sebagai death monument alias monumen yang telah ditinggalkan masyarakat pendukungnya. Alasan mengapa warga meninggalkannya kemungkinan disebabkan karena semakin terdesaknya kekuatan politik Hindu oleh Islam pada sekitar abad ke-16. Bukan hanya candinya saja yang terkubur tetapi juga warisan sistem budayanya benar-benar hilang dari ingatan para pewarisnya. Ini dapat dilihat dari penduduk yang tidak mengenal candi dan fungsinya.

Baca :   Air Terjun Lematang Indah Pagar Alam, Satu dari Banyak Air Terjun di Sumatra Selatan

Melalui catatan A. J. Knapp di tahun 1902, diketahui bahwa penduduk meyakini apa yang sekarang disebut sebagai Candi Bumi Ayu itu  adalah bekas istana Kerajaan Gedebong Undang. Wilayah kekuasaan kerajaan tersbeut sampai dengan Modong dan Babat. Sementara itu, menurut catatan F. M. Schnitger pada tahun 1934, ada peninggalan agama Hindu di Desa Modong dan Desa Babat. Akan tetapi, peninggalan tersebut sudah hanyut karena erosi Sungai Lematang.

Saat ini, ada sembilan buah bangunan candi yang sudah ditemukan. Candi 1, Candi 2, Candi 3, dan Candi 8 adalah empat candi yang telah dipugar. Percandian Bumiayu luasnya 75,56 hektare dengan batas terluar berupa tujuh buah sungai parit. Sebagian sungainya telah mengalami pendangkalan. Pemerintah Kabupaten Muara Enim membebaskan tanah, membangun jalan, dan membangun gedung museum lapangan di kompleks percandian ini.

Baca :   Ziarah ke Tempat Peristirahatan Terakhir Raja-raja Palembang di Kawah Tengkurep

Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid, pada Sabtu, 25 Maret 2017, mengatakan bahwa pola bangunan Candi Bumiayu sudah mulai bisa dikenali. Fungsi candi diduga sebagai tempat pemujaan dan pemakaman. Ekskavasi secara bertahap terus dilakukan untuk menguak misteri Candi Bumiayu agar sejarah masa lalu terdokumentasi.

Sewa mobil di Palembang sekarang jadi mudah dengan aplikasi DOcar – Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda. Unduh aplikasi DOcar tanpa dipungut biaya alias GRATIS di Google PlayStore. Pastikan Anda membagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda jika Anda mendapati artikel ini menambah wawasan umum Anda; karena ilmu tidak akan habis walau dibagi.

sewa mobil online