Bukit Seguntang, Dianggap Keramat karena Ada Makam Leluhur

Bukit Seguntang, Dianggap Keramat karena Ada Makam Leluhur

0
Bukit Seguntang
Bukit Seguntang

Fakta Cepat Mengenai Bukti Seguntang:

sewa mobil online
  1. Diperkirakan merupakan kawasan pemujaan pada masa Kerajaan Sriwijaya
  2. Dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir Raja-raja Melayu
  3. Masyarakat mengkeramatkan Bukit Seguntang dan menjadikannya tujuan ziarah

Selayang Pandang

Bukit Seguntang berada di Jalan Srijaya Negara, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Akses ke bukit ini cukup mudah mengingat lokasinya yang hanya sekitar 4 kilometer dari tengah Kota Palembang.

Bukit ini terletak sekitar 3 kilometer dari tepian utara Sungai Musi. Tingginya sekitar 30 meter. Masyarakat menganggap bukit ini suci dan penuh kharisma. Di tempat inilah, tujuh tokoh-tokoh keturunan Kerajaan Sriwijaya dimakamkan. Selain itu, masyarakat percaya bahwa bukit ini adalah kawasan pemujaan dan keagamaan kerajaan yang berbasis agama Buddha tersebut.

Bukit Seguntang dewasa ini dijadikan tempat wisata sejarah dan ziarah. Pengunjung yang datang ke bukit ini biasanya akan melakukan ritual ziarah. Pada zaman dahulu, keluarga Kerajaan Sriwijaya dipercaya memanfaatkan bukit ini untuk bertapa, menenangkan pikiran, dan beribadah. Karena berada di titik tertinggi di Kota Palembang, bukit ini adalah lokasi teraman jika seandainya terjadi banjir.

Tempat Peristirahatan Terakhir Tujuh Keturunan Kerajaan Sriwijaya

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, terdapat tujuh makam di Bukit Seguntang. Berikut ini penjelasan singkat terhadap ketujuh makam tersebut:

  1. Makam Radja Sigentar Alam
Baca :   Sungai Ulu Manna, Lokasi Tepat Jajal Arung Jeram

Sigentar Alam adalah sesosok raja keturunan Iskandar Zulkarnain yang dianggap perkasa. Nama aslinya adalah Iskandar Zulkarnain Alamsyah. Saat berkuasa, Raja Sigentar Alam berhasil memakmurkan dan menjayakan wilayah kekuasannya. Dia pun berhasil memperluas kekuasaan hingga Johor dan Malaka.

  1. Makam Puteri Kembang Dadar

Nama Puteri Kembang Dadar secara harfiah berarti “putri yang dimuliakan dan dikagumi karena mampu menahan ujian dan segala macam cobaan.” (puteri = panggilan kehormatan bagi seorang perempuan; kembang = bunga, suatu karunia alam yang digemari dan dikagumi banyak orang; dadar = ujian). Kecantikan Puteri Kembang Dadar dianggap tiada duanya. Bahkan, dia dianggap berasal dari kahyangan.

  1. Makam Pangeran Radja Batu Api

Pangeran Radja Batu Api adalah seorang pangeran yang berkelana ke tanah Melayu. Dia memiliki misi menyiarkan syariat agama Islam.

  1. Makam Panglima Bagus Karang

Panglima Bagus Karang adalah seorang pangeran yang datang ke Palembang untuk mengawal Radja Sigentar Alam.

  1. Makam Panglima Bagus Kuning

Memiliki tugas sama seperti Panglima Bagus Karang, Panglima Bagus Kuning datang dari Mataram menuju Palembang untuk mengawal Radja Sigentar Alam.

  1. Makam Puteri Rambut Selako

Memiliki nama asli Putri Damar Kencana Wungsu, Puteri Rambut Selako adalah anak dari Prabu Prawijaya yang berasal dari Keraton Yogyakarta.

  1. Makam Panglima Tuan Djundjungan
Baca :   MDP IT Superstore : Tempat Jual Beli Produk IT Terbesar se-Sumatra

Panglima Tuan Djundjungan adalah ulama dari Arab yang berkelana ke tanah Melayu (Swarnadwipa) sembari menyiarkan agama Islam.

Tempat Ditemukannya Peninggalan-peninggalan Bernuansa Agama Buddha

Artefak-artefak buddhisme banyak ditemukan di lereng Bukit Seguntang. Arca Buddha bergaya Amarawati ditemukan pada tahun 1920-an di lereng selatan Bukit Seguntang. Saat ditemukan, arca berukuran besar ini sudah terpecah menjadi beberapa bagian. Bagian kepala adalah bagian yang pertama kali ditemukan. Sesaat setelah ditemukan, bagian tersebut langsung dibawa ke Museum Nasional di Batavia. Sesudah itu, kira-kira beberapa bulan kemudian, bagian tubuhnya ditemukan. Bagian kepala dan tubuh kemudian disatukan. Sayangnya, hingga sekarang, belum ditemukan bagian kaki arca tersebut.

Setelah dilakukan analisis, diketahui bahwa arca tersebut mengikuti langgam Amarawati yang berkembang di India Selatan pada abad 2-4 Masehi. Langgam ini masuk ke Palembang akibat hubungan dagang dan keagamaan dengan India. Peneliti juga menganggap arca yang ditemukan di Bukit Seguntang adalah buatan warga setempat bukan didatangkan dari India. Pasalnya, arca setinggi 277 cm tersebut terbuat dari batu granit. Bahan pembuat arca terbuat  banyak ditemukan di Pulau Bangka. Arca ini diperkirakan dibuat sekitar abad ke-7 hingga 8 Masehi. Saat ini, arca tersebut dipamerkan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

Baca :   Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Hadirkan Kembali Kejayaan Era Sriwijaya

Selain arca berlanggam Amarawati, ditemukan pula fragmen arca Bodhisattwa, reruntuhan stupa dari bahan bata dan batu pasir, fragmen prasasti, arca Bodhisattwa batu, arca Buddha Wairocana, dan arca Kuwera. Fragmen arca Bodhisattwa yang ditemukan menggambarkan kepala arca berambur tersisir rapi. “Rambut” tersebut digambarkan diikat seutas pita berhiaskan kuntum bunga. Sementara itu, arca Buddha Wairocana yang ditemukan menggambarkan Buddha dalam posisi duduk lengkap dengan prabha dan chattra.

Di Bukti Seguntang, ditemukan pula sebuah fragmen prasasti dari batu. Prasasti tersebut ditulis dalam aksara Pallawa. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Kuno. Setelah dianalisis, prasasti berisikan 21 baris ini menceritakan sebuah peperangan yang menyebabkan pertumpahan darah dan mengutuk mereka yang berbuat salah.


Sewa mobil di Palembang sekarang jadi mudah dengan aplikasi DOcar – Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda. Unduh aplikasi DOcar tanpa dipungut biaya alias GRATIS di Google PlayStore. Pastikan Anda membagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda jika Anda mendapati artikel ini menambah wawasan umum Anda; karena ilmu tidak akan habis walau dibagi.


sewa mobil online