Monas, Tugu Kebanggaan Rakyat Indonesia

Monas, Tugu Kebanggaan Rakyat Indonesia

0
Monumen Nasional (foto: Instagram @adnink_ur)
Monumen Nasional (foto: Instagram @adnink_ur)

Fakta Cepat Mengenai Monumen Nasional (Monas):

sewa mobil online
  1. Ikon Kota Jakarta sekaligus salah satu ikon Indonesia
  2. Desainnya terinspirasi dari Lingga dan Yoni
  3. Lokasi sekitar Monas dimanfaatkan warga layaknya alun-alun kota
  4. Naskah Proklamasi dan Bendera Pusaka disimpan di Monas
  5. Terdapat diorama sejarah Indonesia sejak zaman prasejarah hingga masa kini di dalam museum Monas

Monumen Nasional (Monas) adalah ikon Jakarta yang didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan. Monas dibangun atas prakarsa Presiden Ir. Soekarno. Pembangunan menomen peringatan setinggi 132 meter ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961. Ketika pembangunan Monas selesai pada tanggal 12 Juli 1975, Presiden langsung meresmikannya menjadi salah satu Tugu Peringatan Nasional.

Monumen Nasional (foto Instagram @iamhurria)
Monumen Nasional (foto Instagram @iamhurria)

Monas diarsiteki oleh dua orang insinyur, Frederich Silaban dan R. M. Soedarsono. Kontraktor utama tiang pondasinya adalah P. N. Adhi Karya. Tugu tersebut memiliki mahkota lidah api yang dilapisi lembaran emas. Desain itu menguatkan wacana bahwa Monas adalah simbol semangat perjuangan rakyat yang menyala-nyala. Soekarno juga menginginkan desain Monas berbentuk lingga dan yoni, objek sembahyang umat Hindu.

Baca :   Museum Tekstil Jakarta Punya Misi Melestarikan Budaya Tekstil Tradisional

Masyarakat Indonesia sudah mengenal Monas sebagai ikon Kota Jakarta. Penduduk Jakarta pun sering memanfaatkan Monas dan kawasan di sekitarnya sebagai tempat rekreasi serta wisata. Lokasi sekitar Monas yang penuh dengan tempat berteduh serta pepohonan cocok untuk rekreasi jalan-jalan. Lapangan untuk beberapa cabang olahraga seperti lari maraton, bulutangkis, dan voli tersedia di kawasan Monas.

Sama halnya seperti alun-alun yang terdapat di beberapa kota/kota kabupaten, wilayah sekitar Monas juga dipadati oleh para pedagang kaki lima. Sebagian besar dari mereka menjual jajanan khas kaki lima. Kehadiran pedagang-pedangang ini bisa membuat pengalaman berwisata ke Monas semakin variatif.

Sementara itu, di dalam bangunan Monas itu sendiri, terdapat Museum Sejarah Indonesia. Museum tersebut, sesuai namanya, menyimpan dokumentasi sejarah Indonesia terutama dalam bentuk relief, diorama, dan patung. Saat ini, terdapat 51 diorama sejarah Indonesia sejak prasejarah hingga Orde Baru.

Baca :   Kebun Binatang Ragunan, Destinasi Wisata untuk Rakyat

Museum Sejarah Indonesia juga memiliki ruangan berbentuk amphitheater. Ruangan tersebut terletak di bagian cawan Monas. Di dalam ruangan tersebut, tersimpan naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lambang negara Indonesia, dan peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Naskah Proklamasi disimpan di dalam kota kaca di dalam pintu gerbang berlapis emas. Pintu mekanis gerbang tersebut juga berlapis emas terbuat dari perunggu seberat empat ton. Pintu dihiasi ukiran bunga Wijaya Kusuma perlambang keabadian dan bunga Teratai perlambang kesucian. Pintu berjuluk Gerbang Kemerdekaan tersebut akan memperdengarkan lagu Padamu Negeri dan rekaman suara pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno jika terbuka. Pintu ini terletak di sisi barat ruangan yang biasa digunakan sebagai ruang mengheningkan cipta tersebut.

Sementara itu, di sebelah selatan, terdapat patung Garuda Pancasila dari perunggu seberat 3,5 ton. Patung ini juga berlapis emas. Tulisan naskah Proklamasi yang ditulis dengan perunggu dipamerkan di sisi timur. Bendera Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pada Hari Kemerdekaan indonesia (17 Agustus 1945) sejatinya disimpan di spot ini juga. Akan tetapi, kondisi bendera yang sudah rapuh memaksa pengurus Monas untuk menyimpannya di tempat yang lebih aman.

Baca :   Menyimak Sejarah Jakarta Beserta Peninggalan Bersejarah Kota Tersebut

Di sisi utara dinding marmer hitam di ruangan amphitheatre itu, terdapat peta kepulauan Indonesia. Peta tersebut berlapis emas. Seluruh peninggalan bersejarah maupun hal-hal penting mengenai Indonesia dilapisi emas dengan maksud menunjukkan bahwa Indonesia negara yang kaya dan maju.


Sewa mobil di Jakarta sekarang jadi mudah dengan aplikasi DOcar Solusi Sewa Mobil Pilihan Anda. Unduh aplikasi DOcar tanpa dipungut biaya alias GRATIS di Google PlayStore. Pastikan Anda membagikan artikel ini ke keluarga dan teman-teman Anda jika Anda mendapati artikel ini menambah wawasan umum Anda; karena ilmu tidak akan habis walau dibagi.


sewa mobil online