Desa Wisata Ketingan, Surga Pecinta Burung Kuntul

Desa Wisata Ketingan, Surga Pecinta Burung Kuntul

0
Desa Wisata Ketingan
Desa Wisata Ketingan

Desa Wisata Ketingan

sewa mobil online

Desa Wisata Ketingan mulanya hanyalah desa-desa wisata di Yogyakarta. Kehidupan masyarakat berubah setelah ribuan burung kuntul menyerbu desa dan memutuskan untuk tinggal di tempat tersebut. Fenomena ini terjadi sesaat Sri Sultan Hamengkubuwono X meresmikan gapura dusun pada tahun 1997.  Burung-burung kuntul itu hanya mau tinggal di desa Ketingan. Padahal, desa-desa sekitarnya letaknya tidak jauh dan mempunyai vegetasi yang sama.

Baca :   Mari Habiskan Akhir Pekan di Telaga Biru

Pada mulanya, warga merasa khawatir produksi buah melinjo di desa tersebut bisa menurun karena pohonnya ditinggali burung kuntul. Mereka pun menganggap kuntul-kuntul itu sebagai hama dan berusaha mengusir kawanan burung berbulu putih tersebut. Kotoran burung yang berceceran di pekarangan dan jalan-jalan dusun pun dianggap bisa menjadi biang penyakit. Namun, usaha masyarakat mengusir burung tidak berhasil. Malahan, mereka berkembang biak sehingga bertambah banyak.

Baca :   Candi Plaosan, Candi Kembar Peninggalan Rakai Pikatan

Akhirnya, warga pun menyerah. Mereka tidak mau lagi memburu burung kuntul.  Kini, mereka malah melarang orang-orang berburu kuntul. Bahkan, mereka merawat burung-burung yang sakit.

Desa Wisata Ketingan menjadi tempat favorit para pecinta burung, peneliti satwa, dan pecinta fotografi. Sebagai informasi tambahan, kuntul-kuntul itu akan bermigrasi sejenak di bulan September, meninggalkan Desa Ketingan. Sebulan kemudian, mereka akan kembali membuat sarang di desa itu.

Baca :   Monumen Jogja Kembali, Pengingat Kejadian Bersejarah “Enam Jam di Yogyakarta”

Selain melihat kuntul, para wisatawan bisa datang melihat Merti Bumi tiap September. Acara itu sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta atas hasil bumi yang melimpah. Pagelaran wayang, kirab, dan kenduri meramaikan acara tersebut.

sewa mobil online